web analytics
  

Usung Pariwisata 'Nyunda', Dusun Bambu Raih ISTA Kemenpar

Senin, 30 September 2019 21:14 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Usung Pariwisata 'Nyunda', Dusun Bambu Raih ISTA Kemenpar, Dusun Bambu, Sustainable Tourism Award (ISTA), Kemenpar, Menteri Pariwisata, Arief Yahya,

General Manager Dusun Bambu, Endy Tjahyadi menunjukan Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019. (Tri Junari/Ayobandung.com)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM--Objek wisata Dusun Bambu di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berhasil meraih penghargaan Kementerian Pariwisata RI dalam kategori budaya pada Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019.

ISTA merupakan penghargaan yang digagas Kemenpar untuk destinasi wisata yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Dusun Bambu meraih award atas konsistensinya menciptakan ekosistem obyek yang mengusung budaya sunda. 

General Manager Dusun Bambu, Endy Tjahyadi mengatakan, Dusun Bambu bersaing dengan 58 destinasi wisata di Indonesia seperti Raja Ampat, Tangkuban Parahu dan Danau Toba.  

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada malam anugerah ISTA 2019 di The Ritz Carlton Jakarta Hotel, pada 26 September 2019 lalu. 

Terdapat tiga kriteria penilaian yakni Lingkungan, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar. Dusun Bambu menang di kriteria budaya Sunda yang selama ini melekat pada arsitektur, kuliner dan Eco Tourism dalam pengelolaan obyek wisata Dusun Bambu. 

AYO BACA : Harmonisasi dalam Kekompakan Spontanitas Angklung

"Dari sisi manajemen pengelolaan, kami menerapkan pelayanan pada wisatawan sesuai karakter orang sunda yang ramah pada pendatang. Kemudian pegawai juga wajib mengenakan pakaian adat sunda," ungkap Endy, Senin (30/9/2019).

Bukan hanya itu, Dusun Bambu juga menawarkan wisata edukasi seputar kebudayaan sunda seperti membuat dan mengenal kerajinan berbahan dasar bambu. Dusun Bambu mengajak perajin dari kampung adat yang ada di Jawa Barat untuk mengelola wahana Bale Kriya, disana wisatawan bisa mengenal dan membuat kerajinan masyarakat sunda. 

"Penginapan kampung layung arsitekturnya kita adopsi dari rumah di kampung adat Naga, kemudian ada Leuit atau gudang padi berasal dari Ciptagelar. Sementara Bale Kriya kita buat sebagai wadah perajin Jawa Barat sekaligus menawarkan wisata edukasi pada pengunjung," jelasnya. 

Bukan hanya sekedar menyisipkan budaya dalam bisnis pariwisata, Endy menilai apa yang diterapkan pada Dusun Bambu merupakan bagian kecil dari pelestarian budaya sunda yang kini mulai tergerus perkembangan zaman. 

"Ada kesan bahwa budaya tradisional ini kuno, padahal budaya sunda lekat dengan nilai positif pada pembentukan karakter kita. Kami juga harus berinovasi agar Dusun Bambu terus ini diminati, khususnya pangsa pasar generasi Z. Kita akan coba menggarap konsep kolaborasi budaya tradisi dengan modern," tandasnya. 

AYO BACA : 3 Strategi Pariwisata Hadapi Industri 4.0 Ala Menpar

Sementara itu, melalui siaran persnya Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jabar, Dedi Taufik menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi yang diraih Jabar dalam ajang ISTA 2019. 

Di Jawa Barat terdapat empat destinasi wisata diganjar award ISTA 2019 Kemenpar RI,  yakni Desa Wisata Cibuntu Kuningan, Green Canyon Pangandaran, Kampung Naga Tasikmalaya dan Dusun Bambu dari Kabupaten Bandung Barat. 

Indonesia Sustainable Tourism Award atau ISTA adalah merupakan penghargaan yang diberikan Kemenpar RI untuk destinasi wisata yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan.

Ajang ini merupakan yang ketiga kalinya digelar dan terbuka untuk seluruh pengelola destinasi wisata baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal.

Dedi berharap bahwa prestasi ini hendaknya menjadi stimulus bagi para penerima penghargaan dan motivasi bagi seluruh stakeholder pariwisata di destinasi lainnya untuk menunjukkan kinerja lebih baik lagi.

"Award ISTA Kementerian Pariwisata ini hendaknya menjadi motivasi bagi pelaku pariwisata agar terus melakukan inovasi dan mendorong agar pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Jabar dan Nasional," ucapnya.

AYO BACA : Targetkan 7 Juta Kunjungan Wisatawan, Pemkab KBB Kembangkan Objek Wisata

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers