web analytics
  

15 Merek Lokal Bandung Bangun Ekosistem Kewirausahaan

Minggu, 29 September 2019 18:50 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Finansial, 15 Merek Lokal Bandung Bangun Ekosistem Kewirausahaan, Store-Less popup, Produk Lokal, Merek Lokal, UMKM, Fesyen,

Konferensi pers event Store-Less popup. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Berasal dari sekumpulan brand lokal berbasis bisnis online yang ingin memberikan pengalaman offline khusus kepada konsumen, 15 merek lokal fesyen Bandung menggelar event bertajuk Store-Less popup. Event ini berlangsung dari Jumat-Minggu (27-29/9/2019).

Inisiator acara, Adit Yara menyampaikan Store-Less sendiri memiliki arti memang tidak memiliki toko. Dengan bahasa lain lokal brand millenial yang berbasis online yang rata-rata besar dan berkembang pesat di media social khususnya Website, Instagram, Facebook dan Youtube.

Adit juga menyebut, Store Less PopUp Event by Kartel Lokal juga merupakan event besar pertama di Bandung yang mempertemukan pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya atau para pelaku bisnis yang menyapa pembelinya secara langsung. Serta hadir pelaku komunitas bercerita tentang pengalaman dan gagasannya untuk membuat ekosistemnya masing-masing.

AYO BACA : Brand Lokal Dominasi Bandung Great Sale 2019

"Ini rangkaian ke empat dan puncaknya. Pertama sampai ketiga kita menamakan diri event Sharing Cuan Edan. Kenapa? Karena yang ikut setiap acara biasanya owner-ownernya langsung. Mengapa event kali ini dinamakan Store-less karena karena merek-merek ini kuat di ranah bisnis online fesyen khususnya di Kota Bandung," ungkap Ardit dalam konferensi persnya.

Bukan hanya itu, Adit mengaku, tajuk lokal dipilih lantaran untuk merepresentasikan konteks untuk menunjukkan ciri khas, identitas, budaya dan kearifal lokal dengan pendekatan yang modern. Adit juga menyebut tujuan dari event ini adalah untuk membuat ekosistem kewirausahaan lebih berkelanjutan. Pada akhirnya akan menjadi acara baru yang mewadaki para pemilik merek lokal untuk berbagi pengalaman. 

"Tujuan lainnya yaitu untuk menggerakkan gerakan lokal dan menghilangkan ego atau bahkan kesenjangan untuk setiap merek atau komunitas lainnya. Kaltel lokal ini juga fokus ke fesyen dengan mengusungkan brand lokal bisa ikut mengembangkan brandnya bukan hanya nasional tapi ke internasional. Karena di internasional, Indonesia terkenal masih sebagai vendor, bukan brand. Makanya kita sama-sama ingin memunculkan brand lokal agar bisa bicara di internasional," lanjut Adit.

AYO BACA : Cavcraft, Kerajinan Kulit Asal Bandung Yang Diminati Hingga Asia

Senada, owner dari brand lokal Insurgent, Rio menyebut dalam event ini pelanggan bertemu dengan pemilik brand, pemilik brand berkumpul dengan pemilik brand lainnya, vendor bertemu dengan pemilik, vendor berbagi dengan pelanggan, semuanya akan bertemu dan bergerak bersama di Kartel Lokal. 

"Kita menyediakan wadah ini untuk sharing mencari jalan keluar untuk bertahan dalam menjalankan bisnis dan maju. Harapan kita brand lokal kita biar bisa di pandang di luar negeri. Karena banyak brand di Bandung dan di Indonesia banyak yang mendapatkan penghargaan yang tinggi dan di lirik pasar internasional. Karena kita berharap ekosistem ini untuk tumbuh dan bisa dipandang pasar luar negeri," kata Rio.

Apalagi menurut Rio target event Kartel Lokal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang spesifik, yakni milenial penggemar fesyen, makanan, dan penggiat komunitas yang mendukung acara ini.

"Potensi brand lokal banyak dan potensial. Karena terbukti dari Bandung banyak brand lokal punya banyak potensi. Harapan kita dengan adanya gerakan kecil ini bisa membuak untuk sebuah gerakan yang lebih besar," tuturnya.

Sementara itu dalam event ini hadir 15 owner dari brand-brand lokal yakni Niion, Chiel Shoes, Insurgent Club, Save My monday, Jackhammer, Shoesayhelp, Pattent Goods, Foorstep, Tailorwerk, Northy, Groot Whatch, Amble, Terrel, Wallts, dan Micracle Mates dan, komunitas lain.

AYO BACA : Cozy, Brand Lokal Fesyen Berkonsep Vespa

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers