web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bupati Purwakarta Usulkan Tol Japek Ganti Nama Jadi Tol Japur

Jumat, 27 September 2019 13:54 WIB Dede Nurhasanudin

Petugas melakukan persiapan uji beban tol Jakarta-Cikampek Elevated II di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (239/2019). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengusulkan nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diganti menjadi Tol Jakarta - Purwakarta (Japur).

"Ruasnya antara Jatiasih-Sadang, dan beberapa kali saya baca malah dinamainya Jakarta-Cikampek Selatan, saya harap bisa diganti menjadi Jatiasih-Purwakarta," kata Anne, Kamis (26/9/2019).

AYO BACA : Pembangunan Tol Japek II Dimulai di Purwakarta

Hal tersebut saat ini tengah menjadi perdebatan, khusunya di kalangan masyarakat Purwakarta. Terlebih tol Jakarta-Cikampek diketahui berakhir di wilayah Cikopo, Purwakarta. "Kan berakhirnya di daerah Purwakarta, harusnya yah Japur," ujar Anne.

Sebelumnya, proyek jalan tol Jakarta–Cikampek II (Elevated) tak lama lagi akan segera rampung. Pengoperasian jalan ini diklaim mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung selama satu jam.

AYO BACA : Tol Jakarta-Cikampek II Dipastikan Beroperasi November 2019

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa apabila pekerjaan konstruksi sudah selesai, maka pekerjaan yang mengganggu perjalanan dipastikan tidak ada lagi sehingga perjalanan diharapkan semakin lancar.

“Untuk itu harus dipersiapkan strategi agar distribusi pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek bisa merata lewat di atas dan di bawah. Jadi asumsi kami paling tidak 30 menit sampai 1 jam bisa bertambah lebih cepat,” kata Budi dalam keterangan resminya, Senin (23/9/2019).

Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur memaparkan target lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Saat ini, pihaknya sedang dalam tahap pembahasan bersama pemerintah terkait sistem pengoperasiannya.

“Dengan LHR 70.000 kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, maka kami targetkan ada distribusi sekitar 40-50% dari angka tersebut yang akan naik ke jalan tol layang,” ujar Subakti.

“Kami usulkan sistem tarif terintegrasi agar masyarakat dapat mudah memilih sesuai kebutuhan mau lewat atas atau lewat bawah,” lanjutnya.

AYO BACA : Tol Jakarta–Cikampek II Pangkas Waktu Tempuh Jakarta-Bandung

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers