web analytics
  

Seorang Bayi 5 Bulan di Purwakarta Diduga Terjangkit Difteri

Kamis, 26 September 2019 10:14 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Seorang Bayi 5 Bulan di Purwakarta Diduga Terjangkit Difteri, penyakit difteri, penyakit mematikan, penyakit menular, berita purwakarta, ayopurwakarta, purwakarta hari ini

Ilustrasi difteri. (medicalencyclopedia.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang bayi berusia lima bulan di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, diduga terjangkit penyakit difteri. Petugas Surveilans Puskesmas Plered, Aan Suandana mengatakan penyakit itu masih berupa dugaan karena belum ada alat bukti yang memberikan alasan kuat jika pasien mengidap difteri.

Sejauh ini penanganan medis telah dilakukan baik oleh Dinas Kesehatan maupun dari RSUD Bayu Asih Purwakarta tempat pasien dirawat. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium dari Bandung.

AYO BACA : 8 Kecamatan di Kabupaten Bandung Siap Laksanakan ORI

Jika hasil itu sudah keluar maka dapat disimpulkan jika pasien negarif atau positif difteri. Kita masih menunggu hasil kulturnya, saat ini belum bisa ditentukan, ungkap Aan, Kamis (26/9/2019).

Namun, dia menyebut tanda-tanda yang dialami pasien menunjukan bahwa gejalanya mengacu pada difteri. Bahkan sistem penanganannya juga tak jauh berbeda dengan penanganan terhadap pasien difteri.

AYO BACA : RSHS Siap Hadapi Pasien Difteri

Meski begitu, Aan menegaskan tidak akan berasumsi jika hasil kultur belum keluar. Penanganannya sama seperti pasien difteri, tapi sekali lagi saya tidak mau menyimpulkannya begitu saja sebelum hasilnya keluar, kita tunggu saja, ujar dia.

Selain itu, Aan juga tengah menelusuri dari mana penyakit itu berasal mengingat penyakit mematikan itu merupakan penyakit menular. Namun, lanjut dia berdasarkan keterangan pihak keluarga pasien, bayi tersebut belum pernah dibawa ke luar kota sehingga kemungkinan ada seseorang di lingkungan pasien pernah terjangkit difteri.

Itu yang sedang kami telusuri, beberapa kemungkinan bisa menjadi pemicu, tapi jika melihat data di Kecamatan Plered tidak ada kantong difteri karena 90 persen masyarakat di kita pernah diimunisasi,  kata dia.

Meski begitu, sebagai antisipasi, pihak Puskesmas Plered akan melakukan penyuluhan ke masyarakat, kemudian memutus mata rantai dengan cara memberikan obat melalui imunisasi. Karena sejauh ini cara pencegahan difteri dalam kurun waktu tertentu adalah melalui imunisasi.

Pasien yang diduga kuat mengidap difteri tadi belum pernah diimunisasi karena kondisinya sering kali panas, ujar dia.

AYO BACA : Masalah Difteri Menyangkut Masalah Keamanan Bangsa

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers