web analytics

Sempat Ditolak, Jabar Tetap Upayakan Payung Hukum Bantu Pesantren

clockSelasa, 24 September 2019 12:11 WIB
Umum - Regional, Sempat Ditolak, Jabar Tetap Upayakan Payung Hukum Bantu Pesantren, Ditolak, Jabar, Tetap, Upayakan, Payung Hukum, Bantu, Pesantren,

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung Tahun Akademik 2019/ 2020 di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung Jl.Soekarno Hatta No. 752 Kota Bandung, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih berkomiten membuat payung hukum pondok pesantren meski Raperda Pendidikan Keagamaan (pesantren) sempat ditolak Kementerian Dalam Negeri. 

Menurut Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, pergub pesantren saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian.

AYO BACA : Pemerintah dan Komisi VIII DPR Sepakati RUU Pesantren

"Mudah-mudahan ini (pergub pesantren) ditandatangani (gubernur) dan segera bermanfaat," ujar Uu kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).

Uu mengatakan, dengan Pergub Pesantren ini, Pemprov Jabar bisa memberikan perhatian kepada pesantren. Melalui Pergub Pesantren, sekitar 10.000 Ponpes di Jawa Barat akan mendapat anggaran dari Pemdaprov Jabar dengan lebih mudah.

AYO BACA : Bupati Bandung Lanjutkan Keinginan Habibie Bangun Pesantren

"Pertama, keberpihakan tentang anggaran. Pesantren bisa mendapatkan anggaran. Tidak hanya mereka yang mengajukan proposal, tapi seluruh pondok pesantren. Besar atau tidaknya nanti akan disesuaikan dengan anggaran kami," paparnya. 

Pergub Pesantren, kata dia, akan mengatur anggaran seperti biaya operasional para santri dan kiai. Selain itu, pergub mengatur kewenangan Pemprov Jabar yang bisa membangun sarana dan prasarana ponpes dalam bentuk hibah. 

"Selama ini ponpes minta anggaran lewat proposal, kemudian dananya untuk pembangunan. Nah, melalui pergub ini anggaran yang diberikan kepada pesantren bisa seperti itu (lewat proposal) atau pesantren bisa dibuatkan (sarana dan prasarana) oleh kami lewat lelang, setelah beres kami hibahkan kepada ponpes," papar Uu.  

Kemendagri belum lama ini menolak Raperda Pendidikan Keagamaan yang digagas Pemprov Jabar karena masalah kewenangan. Meski demikian, Pemprov Jabar terus berjuang melahirkan aspek legalitas kegiatan pondok pesantren melalui sebuah peraturan gubernur.

"Keberpihakan kami, kepemimpinan kami dan Kang Emil kepada pesantren harus tetap memiliki legalitas atau payung hukum," kata Uu seraya mengatakan, jika keberpihakan Pemprov Jabar kepada pesantren ini tidak memiliki legalitas maka akan rawan.

AYO BACA : Komitmen Pesantren Menjaga Perdamaian

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ini Ciri-Ciri  Dua Perampok Bensenjata Api di Bungursari Kota Tasik

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:25 WIB

Aksi perampokan bersenjata api kala siang hari menghebohkan warga Kota Tasikmalaya.

Umum - Regional, Ini Ciri-Ciri  Dua Perampok Bensenjata Api di Bungursari Kota Tasik, Ciri-Ciri,Perampok Bensenjata Api,Bungursari,Kota Tasik,Kampung Cihurip

Seorang Siswa SMA di Kota Tasik Meninggal Tersengat Listrik Tegangan T...

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:15 WIB

Korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik dan luka akibat terjatuh dari atap rumah.

Umum - Regional, Seorang Siswa SMA di Kota Tasik Meninggal Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Tersengat Listrik,Listrik Tegangan Tinggi,Kota Tasik,Siswa SMA

Usai Pesta Miras Oplosan, Seorang Pemuda Tewas di Purwakarta

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 12:35 WIB

Seorang pemuda asal Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tewas diduga seusai pesta minuman keras oplosan...

Umum - Regional, Usai Pesta Miras Oplosan, Seorang Pemuda Tewas di Purwakarta, Pesta miras,miras oplosan,Pemuda Tewas,Purwakarta

Selama PPKM Darurat, Kepatuhan Bayar Iuran Pelanggan PDAM Tasikmalaya...

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 23:07 WIB

Selama pemberlakuan PPKM darurat mulai tanggal 3 Juli lalu, tingkat kepatuhan pelanggan PDAM Tirta Sukapura dalam membay...

Umum - Regional, Selama PPKM Darurat, Kepatuhan Bayar Iuran Pelanggan PDAM Tasikmalaya Menurun, PDAM Tasikmalaya,PPKM Darurat Tasikmalaya

ASN Jabar Sumbang 7 Ribu Sembako untuk Warga Terdampak PPKM

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:59 WIB

Per 25 Juli 2021, para ASN telah menyalurkan 7.946 paket sembako, 2.485 paket alat pelindung diri, 646 paket nasi boks,...

Umum - Regional, ASN Jabar Sumbang 7 Ribu Sembako untuk Warga Terdampak PPKM, Bansos PPKM Darurat,Bansos PPKM Darurat Jabar,Sumbangan PPKM Darurat

Jabar Masih Jadi Penyumbang Kasus Harian Covid Terbanyak di Indonesia

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:52 WIB

Jawa Barat belum beranjak sebagai provinsi penyumbang kasus harian Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Umum - Regional, Jabar Masih Jadi Penyumbang Kasus Harian Covid Terbanyak di Indonesia, Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,Kasus Covid-19 Jawa Barat,angka kasus Covid-19

Jabar Siapkan Pusat Pengisian Oksigen di 5 Daerah

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:10 WIB

Hal tersebut dilakukan utuk mempercepat dan mempermudah rumah sakit mengisi tabung oksigen. 

Umum - Regional, Jabar Siapkan Pusat Pengisian Oksigen di 5 Daerah, isi ulang oksigen bandung,Isu ulang oksigen jabar,oksigen jawa barat

Minibus Kecelakaan di Tol Cipularang, 1 Korban Tewas

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:21 WIB

Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Cipularang Kilometer 78.400 tepatnya wilayah Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwa...

Umum - Regional, Minibus Kecelakaan di Tol Cipularang, 1 Korban Tewas, Kecelakaan Tol Cipularang,Kecelakaan di Tol Cipularang,Kecelakaan maut tol Cipularang,kasus kecelakaan tol Cipularang,laka lantas tol cipularang

artikel terkait

dewanpers
arrow-up