web analytics
  

Insiden Beri Obat Kadaluwarsa, Dinkes Tasik Minta Maaf

Sabtu, 21 September 2019 19:10 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Insiden Beri Obat Kadaluwarsa, Dinkes Tasik Minta Maaf, Obat kadaluwarsa, puskesmas pecundang, dinkes tasik,

ilustrasi. (Pixabay)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya menyesalkan peristiwa pemberian obat kadaluwarsa oleh petugas Puskesmas Puspahiang kepada pasien. 

Atas nama dinas, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Faisal Soeparyanto meminta maaf dengan kejadian itu dan mengakui murni merupakan kelalaian petugas puskesmas.

Faisal juga melihat, pihak puskesmas tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pemberian obat kepada pasien. Seharusnya, petugas memberitahukan kepada pasien aturan penggunaan obat, efek samping, serta tanggal kadaluwarsa obat.

Jenis obat digoxin yang diberikan kepada pasien kemungkinan terselip hingga petugas tidak mengontrol masa kadaluwarsa obat.

"Sementara kita tidak bedakan warga miskin atau pasien umum, kami minta maaf pada warga Taraju bahwa ada obat kadaluwarsa yang diberikan petugas puskesmas," kata Faisal, sabtu (21/091/9).

Selain tentunya memanggil pihak Puskesmas Puspahiang, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadal tenaga kefarmasian di 40 Puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami akan memanggil membina tenaga kefarmasian dan ingatkan kepala puskesmas tidak ada tenaga selain kefarmasian yang layani obat," tambah Faisal.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

BPBD Cianjur Siap Bangun Huntara Warga Terdampak Pergeseran Tanah

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 21:25 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga...

Umum - Regional, BPBD Cianjur Siap Bangun Huntara Warga Terdampak Pergeseran Tanah, BPBD Cianjur,Pergeseran Tanah di Cianjur,hunian sementara (huntara)

Kekerasan di Ponpes Al-Itihad, Komisi D DPRD Cianjur Segera Panggil Pe...

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 21:11 WIB

Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur akan memanggil pengelola Pondok Pesantren (Ponpes)  Al-Itihad di Jalan Raya Bandung Desa...

Umum - Regional, Kekerasan di Ponpes Al-Itihad, Komisi D DPRD Cianjur Segera Panggil Pengelola, Kekerasan di Al-Itihad,Ponpes Al-Itihad,Komisi D DPRD Cianjur

Warga dan Pemkab Cianjur Pertanyakan Lokasi TPU Jauh dari Perumahan

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 20:16 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur, mempertanyakan alasan pengembang perumahan Cluster Pesona Cianjur Indah II menempatkan lok...

Umum - Regional, Warga dan Pemkab Cianjur Pertanyakan Lokasi TPU Jauh dari Perumahan, Pemkab Cianjur,TPU,Cluster Pesona Cianjur Indah II

Polsek Karangnunggal Jadi Tempat Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalay...

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 18:28 WIB

Polres Tasikmalaya membuat sebuah kebijakan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Yakni dengan membuat tempat p...

Umum - Regional, Polsek Karangnunggal Jadi Tempat Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalaya, Polsek Karangnunggal,Polres Tasikmalaya,Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalaya

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 17:33 WIB

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya

Umum - Regional, Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Takut Jarum Suntik, Polisi Ini Tutup Mata dan Teriak Saat Divaksin

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 16:27 WIB

Takut Jarum Suntik, Perwira Polisi Ini Tutup Mata Saat Divaksin

Umum - Regional, Takut Jarum Suntik, Polisi Ini Tutup Mata dan Teriak Saat Divaksin, polisi takut jarum suntik,takut jarum suntik,Vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya

Desa di Tasikmalaya Belasan Tahun Alami Retakan Tanah

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 15:47 WIB

Pergeseran tanah yang terjadi di Cianteg, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (28/2/2...

Umum - Regional, Desa di Tasikmalaya Belasan Tahun Alami Retakan Tanah, pergerakan tanah tasikmalaya,pergeseran tanah tasikmalaya,bencana Tasikmalaya,BPBD Kabupaten Tasikmalaya

Cerita PSK Hamil 7 Bulan di Kota Tasikmalaya. Jajakan Diri Usai Bercer...

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 15:05 WIB

Kepada petugas ia mengaku nekat menjajakan diri meski dalam kondisi hamil tua lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Umum - Regional, Cerita PSK Hamil 7 Bulan di Kota Tasikmalaya. Jajakan Diri Usai Bercerai, pekerja seks komersil (PSK) di Tasik,razia penyakit masyarakat (pekat),Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya.,kondisi hamil tua,terdesak kebutuhan ekonomi.

artikel terkait

dewanpers