web analytics
  

Komnas Perempuan Rekomendasi Penyidikan “Vina Garut” Dihentikan

Sabtu, 21 September 2019 10:18 WIB
Umum - Regional, Komnas Perempuan Rekomendasi Penyidikan “Vina Garut” Dihentikan, Komnas Perempuan, Rekomendasi, Penyidikan, video Vina Garut, syur, Dihentikan,

Ilustrasi video mesum. (Pixabay)

GARUT, AYOBANDUNG.COM—Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memberikan surat rekomendasi untuk menghentikan proses penyidikan kepada tersangka V (19 tahun) dalam kasus video "Vina Garut" ke Polres Garut.

Rekomendasi tertuang dalam surat bernomor 028/KNAKTP/Pemantauan/Surat Rekomendasi/IX/2019 tertanggal 11 September 2019.

Pengacara tersangka V Budi Rahardian mengatakan, Komnas Perempuan menyebut kliennya sebagai korban. Karena itu, lanjut dia, penyidikan terhadap V tak perlu untuk dilanjutkan.

"Dalam rekomendasi itu disebut untuk menghentikan penyidikan, karena tidak terpenuhinya unsur dengan sengaja atau atas persetujuan," kata dia, Jumat (20/9/2019).

AYO BACA : Salah Satu Pemeran di Video

Budi menambahkan, kliennya juga mengaku telah diancaman untuk melakukan perbuatan itu. Alhasil, ia menyimpulkan, V tidak dapat dipidana karena dipaksa melakukan adegan seks dan membuat video itu.

Namun, lanjut dia, proses penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan polisi. Ia sendiri mengaku belum meneerima tanggapan atas surat rekomendasi itu dari Polres Garut.

"Surat dari Komnas Perempuan sifatnya hanya rekomendasi," katanya.

Budi mengatakan, selain memrekomendasi penghentian penyidikan, Komnas Perempuan merekomendasikan agar kondis psikis tersangka V dipulihkan.

AYO BACA : Tersangka Video “Vina Garut” Meninggal, Proses Hukumnya Berhenti

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut. Namun, untuk melakukan hal itu harus ada izin dari penyidik, lantaran status V masih sebagai tersangka.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut AKP Maradona Mappaseng mengatakan, polisi akan tetap melanjutkan perkara kepada tersangka V.

Ia menyebut, saat ini penyidik sedang menunggu tanggapan dari Kejari Garut terkait berkas perkara yang telah dilimpahkan.

"Status tersangka tidak bisa dicabut," kata dia ketika dihubungi wartawan.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-undang, penghentian penyidikan dilakukan jika tidak terdapat tindak pidana. Namun dalam kasus ini, penyidik menemukan unsur pidana, hingga V ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menambahkan, polisi bisa saja mengeluarkan surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3). Namun, SP3 hanya terbit ketika bukti kurang.

"Dalam kasus ini, semua bukti sudah cukup untuk menjerat pelaku," kata dia.

AYO BACA : Video

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Di Pos Gentong, Pemudik Bersepeda Motor Paling Banyak Diputarbalikkan

Regional Senin, 10 Mei 2021 | 11:44 WIB

Berdasarkan data dari Bagian Operasional (BagOps) Polres Tasikmalaya Kota, jumlah kendaraan yang diputarbalikkan sebanya...

Umum - Regional, Di Pos Gentong, Pemudik Bersepeda Motor Paling Banyak Diputarbalikkan, Pemudik,Sepeda Motor,Larangan Mudik,Diputarbalikkan,Pos Gentong,Kabupaten Tasikmalaya

Penyekatan Jalan Protokol di Cianjur Efektif Kurangi Kerumunan

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 21:00 WIB

Penyekatan di sepanjang Jalan Mangunsarkoro sebagai pusat pertokoan utama di Kabupaten Cianjur, ternyata cukup efektif u...

Umum - Regional, Penyekatan Jalan Protokol di Cianjur Efektif Kurangi Kerumunan, Penyekatan di Cianjur,Cianjur,Belanja Lebaran,belanja lebaran di cianjur

Wisata Gunung Galunggung Tetap Buka Saat Lebaran

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 20:45 WIB

Menyambut libur lebaran 1442 Hijriah, objek wisata Gunung Galunggung terus berbenah. Salah satu fokus yang dipersiapkan...

Umum - Regional, Wisata Gunung Galunggung Tetap Buka Saat Lebaran, Gunung Galunggung,Wisata Gunung Galunggung,Kaki gunung Galunggung,gunung galunggung dibuka,Idulfitri 2021,Lebaran 2021

1.479 Kendaraan Menuju Cirebon Diputarbalikkan Polisi

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 20:00 WIB

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, selama empat hari melakukan penyekatan pemudik. Selama itu 1.479 k...

Umum - Regional, 1.479 Kendaraan Menuju Cirebon Diputarbalikkan Polisi, kendaraan diputarbalikkan di cirebon,kendaraan diputarbalikkan,Mudik Cirebon,Larangan Mudik 2021,Mudik 2021

Bikin Orang Keracunan, Pedagang Goreng Kulit Sapi di Cianjur Diburu Po...

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 19:25 WIB

Polisi masih memburu pedagang goreng kulit keliling yang menyebabkan 29 warga di tiga kampung di Kecamatan Cibeber kerac...

Umum - Regional, Bikin Orang Keracunan, Pedagang Goreng Kulit Sapi di Cianjur Diburu Polisi, keracunan Makanan,keracunan goreng kulit sapi,keracunan goreng kulit sapi cianjur,Polres Cianjur

Larangan Mudik Tekan Kendaraan Keluar Jabodetabek Hingga 45,5%

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 18:26 WIB

Sejak diberlakukannya aturan pelarangan mudik lebaran pada Kamis 6 Mei 2021, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 245.496 ken...

Umum - Regional, Larangan Mudik Tekan Kendaraan Keluar Jabodetabek Hingga 45,5%, Larangan Mudik 2021,Mudik 2021,Mudik Jabodetabek,Mudik Lebaran,larangan mudik lebaran

Kepala P3DW Subang: Relaksasi PPnBM Tingkatkan Pendapatan Daerah

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 17:40 WIB

Kepala Pusat Pengelola Pendapatan Wilayah (P3PDW) Subang Lovita Adriana mengatakan, insentif Pajak Penjualan atas Barang...

Umum - Regional, Kepala P3DW Subang: Relaksasi PPnBM Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pajak,relaksasi pajak,Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM),Relaksasi PPnBM

Warga Cianjur Selatan Tertahan di Kota Besar, Terminal Pasir Hayam Sep...

Regional Minggu, 9 Mei 2021 | 17:30 WIB

Tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021, Terminal Pasir Hayam Cianjur sepi pemudik dari luar ko...

Umum - Regional, Warga Cianjur Selatan Tertahan di Kota Besar, Terminal Pasir Hayam Sepi, Terminal Pasir Hayam Cianjur,terminal pasir hayam,mudik cianjur,Penyekatan Mudik Cianjur,Mudik 2021,Larangan Mudik 2021

artikel terkait

dewanpers