web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dukungan RUU KPK Terus Mengalir di Bandung

Jumat, 20 September 2019 23:04 WIB Dadi Haryadi

Aksi dukung RUU KPK di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (20/9/2019). (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Meski Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) telah disahkan DPR, namun aksi dukungan terhadap RUU KPK terus berlanjut di Bandung.

Aksi tersebut digelar menyusul terus bergulirnya polemik yang menyertai RUU KPK, sejak awal bergulir hingga disahkan. Mengatasnamakan masyarakat Jawa Barat, massa aksi meminta KPK jangan takut, khususnya terkait tudingan RUU KPK melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

Aksi kali ini digelar oleh puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (20/9/2019).

AYO BACA : KPK: Penyidikan Imam Nahrawi Sebelum Revisi UU KPK

Selain berorasi, mereka juga menggelar atraksi kesenian tradisional untuk menarik perhatian masyarakat yang melintasi lokasi aksi.

Dalam orasinya, mereka menuding KPK telah disusupi kelompok "Taliban" yang ingin merusak citra pemerintah. Oleh karena, mereka menuntut pimpinan KPK terpilih segera dilantik dan mendesak Ketua KPK Agus Rahardjo mengundurkan diri karena dinilai gagal memimpin KPK.

"KPK saat ini diduga disusupi kelompok Taliban dan sudah bergerak sebelum dihabisi di dalam tubuh KPK," kata koordinator aksi, Anjar.

AYO BACA : MK Siap Terima Uji Materi Revisi UU KPK

"Kami meyakini kelompok mereka menganggap pemerintah yang akan menghalangi tujuan besar mereka, yang ingin merongrong Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan menjual nama agama dan khilafah," sambung Anjar.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo sudah mempersilahkan pihak-pihak yang mengganggap adanya kelompok "Taliban" yang menguasai atau mengendalikan beberapa perkara di KPK untuk melakukan penelitian.

Menurut Agus, sebutan adanya kelompok "Taliban" di internal KPK secara tidak langsung telah mendeskreditkan lembaganya.

"Kami mengharapkan orang melakukan penelitian mengenai KPK ya. Sama sekali sebenarnya isu-itu tujuannya adalah untuk mendeskreditkan KPK. silakan kalau mereka mau melakukan penelitian," ujar Agus.

AYO BACA : Pimpinan Baru KPK: Kami Bakal Sulit Lakukan OTT

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers