web analytics
  

Jokowi Minta China Tingkatkan Impor Sawit hingga Buah Indonesia

Jumat, 20 September 2019 12:40 WIB

Presiden Jokowi. (Antara)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM—Presiden Joko Widodo meminta China meningkatkan hubungan kerja sama di bidang perdagangan dengan Indonesia. Salah satunya yakni meminta agar China meningkatkan impor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). 

Hal itu disampaikan Wamenlu AM Fachir setelah Presiden Jokowi bertemu dengan penasihat hubungan luar negeri Presiden RRT/Anggota Komisi Urusan Luar Negeri RRT, Song Tao, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

AYO BACA : Kemarau, Kementerian Perdagangan Akan Impor Jagung

"Baik Presiden maupun penasihat Presiden Xi Jinping untuk urusan luar negeri juga sepakat untuk terus mengupayakan berbagai macam kerja sama antara lain di bidang perdagangan," ujar Fachir.

Selain itu, Jokowi ingin China meningkatkan impor berbagai komoditas asal Indonesia lainnya seperti buah-buahan dan hasil perikanan. Fachir mengatakan, kerja sama kedua negara tersebut perlu ditingkatkan untuk menghadapi kondisi ekonomi global yang tak menentu saat ini. 

AYO BACA : Kekeringan, Kementan Tak Akan Impor Beras Hingga Akhir Tahun

"Sehingga harus dilakukan upaya bersama agar dampak negatifnya tidak berpengaruh ke kedua negara," tambahnya.

Sementara itu, di bidang investasi, Presiden berharap agar China melirik peluang kerja sama produksi untuk ekspor baik ke Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika. Sedangkan investasi di bidang infrastruktur, Jokowi berharap China melanjutkan kembali kerja sama yang telah dilakukan, termasuk sinergi antara The Belt and Road Initiative (BRI) dengan poros maritim Indonesia.

"Secara khusus Presiden berharap mudah-mudahan kerja sama bidang perdagangan ini bisa mengurangi dampak dari defisit Indonesia dengan Tiongkok," ujar dia. 

AYO BACA : MUI Apresiasi Upaya Kemendag Sertakan Label Halal Hewan Impor

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers