web analytics
  

Pemda Diminta Segera Revisi Perda Tentang Usia Minimal Perkawinan

Jumat, 20 September 2019 08:14 WIB Erika Lia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Perkawinan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019). (ANTARA FOTO/Indiarto Eko Suwarso)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah daerah (pemda) diminta merevisi peraturan daerah ihwal batas usia minimal perkawinan. Diketahui, rancangan undang undang (RUU) tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan telah disahkan. Batas usia perkawinan menjadi 19 tahun.

Sekretaris Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Barat (Jabar), Darwinih saat di Indramayu belum lama ini meminta pengesahan revisi UU tersebut segera ditindaklanjuti pemda. "Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota di Jabar harus mengharmonisasi peraturan ini, dengan diturunkan menjadi perda maupun peraturan desa (perdes)," pintanya.

Di tingkat Provinsi Jabar, dia meminta Perda Jabar Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Anak direvisi sebagai penyesuaian dengan revisi UU yang baru disahkan. Bahkan, dia menilai perlu ada lembaga layanan yang menangani korban perkawinan anak di tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa.

AYO BACA : Sah, Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun

"(Lembaga layanan) itu untuk memudahkan masyarakat melakukan konsultasi, pendampingan, pencegahan, dan edukasi soal perkawinan anak," paparnya.

Dia menyebut, keputusan DPR RI itu telah menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi hak anak-anak Indoensia. "Disahkannya batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun untuk perempuan dan laki-laki, berarti negara telah hadir memenuhi kewajibannya melindungi hak anak-anak Indonesia," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu, Lily Ulyati berjanji akan segera menyosialisasikan revisi UU tersebut ke masyarakat luas.

AYO BACA : KPAI Dukung Usia Perkawinan Minimal 19 Tahun

Dengan begitu, diharapkan tak ada lagi anak di Kabupaten Indramayu yang menikah di bawah usia 19 tahun. Meski belum memenuhi harapannya, revisi UU tersebut tetap beroleh apresiasi.

"Saya sih inginnya (batas usia minimal perkawinan) di atas 20 tahun. Tapi, pemerintah sudah mengabulkan jadi 19 tahun saja sudah bersyukur," ungkapnya.

Menurutnya, batas minimal usia perkawinan dari 16 tahun menjadi 19 tahun akan membuat calon pengantin lebih matang, baik secara fisik maupun mental. Usia 16 tahun, imbuhnya, bukanlah usia yang tepat bagi seseorang untuk memutuskan berumah tangga.

Penetapan batas minimal usia perkawinan itu jua dipandangnya dapat berperan mengurangi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Pasangan suami istri akan lebih bersikap dewasa dalam menghadapi pernikahan (pada batas minimal usia 19 tahun). Sementara pada usia 16 tahun, anak masih belum stabil, masih ingin menikmati masa remaja," tegasnya.

AYO BACA : Perubahan UU Perkawinan Dinilai untuk Ciptakan Keluarga Bahagia

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers