web analytics
  

API: Perjanjian Dagang Kerek Ekspor Tekstil ke Uni Eropa

Kamis, 19 September 2019 14:36 WIB Adi Ginanjar Maulana

Ilustrasi: Beberapa pekerja sedang menenun kain di sentra rajut Binong Kota Bandung belum lama ini. (Kavin/ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Asosiasi Pertekstilan Indonesia meminta pemerintah mempercepat implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa, guna mengerek ekspor sektor tekstil dan produk tekstil dari dalam negeri.

“Kami menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo terkait perdagangan bebas dengan Uni Eropa mohon dipercepat, karena itu akan berdampak luas terhadap rencana ekspor kita yang ekspansif,” kata Ketua API Ade Sudrajat seperti dilaporkan Antara, Kamis (19/9/2019).

AYO BACA : Kontribusi Tekstil Indonesia Masih Lemah

API menilai perjanjian dagang dengan Benua Biru akan mempercepat peningkatan kemampuan penetrasi produk Indonesia di negara-negara Eropa.

Sebagaimana diketahui, lanjut Ade, perjanjian perdagangan Vietnam dengan Uni Eropa telah ditandatangani dan berlaku efektif pada 1 Januari 2020, dengan Vietnam merupakan negara pesaing kuat Indonesia saat ini.

AYO BACA : Kontribusi Tekstil Indonesia Baru 2%

“Jadi, jangan sampai tertinggal dengan Vietnam dan Bangladesh yang ekspornya sudah meningkat double digit, sedangkan kita masih single digit,” ungkap Ade.

Selain itu, Ade juga berharap agar pemerintah melakukan kajian perjanjian perdagangan baik bilateral maupun multilateral yang memungkinkan Indonesia menjadi multi market sourcing platform atau pasar bagi banyak negara.

“Diharapkan Indonesia bisa mengkaji berbagai negara di Asia sebagai mitra dagang penting, dan melihat sudut agar Indonesia bisa secara terus menerus meningkatkan hubungan dagang secara bilateral dan multilateral,” ujar Ade.

Menurut Ade, API membidik peningkatan daya saing industri TPT, sehingga terjadi peningkatan ekspor dan penurunan ekspor signifikan hingga 10 tahun ke depan.

Untuk itu, perjanjian perdagangan dengan negara importir bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi produk Indonesia di pasar ekspor, yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekspor produk TPT nasional.

AYO BACA : Produk Tekstil Masih Jadi Primadona Kota Bandung

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers