web analytics
  

10 Pabrik Gula Berhasil Dibangun, Akan Serap 2 Juta Tenaga Kerja

Kamis, 19 September 2019 10:59 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Nasional, 10 Pabrik Gula Berhasil Dibangun, Akan Serap 2 Juta Tenaga Kerja, 10, Pabrik Gula, Dibangun, Serap, 2 Juta, Pekerja,

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mengimplementasikan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mengimplementasikan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017. Dalam kebijakan itu, pemerintah mengubah paradigma birokrasi, dari “Penguasa dan Birokrat” menjadi “Pelayan Masyarakat”.

“Ada empat hal penting yang akan dilakukan oleh Kementan. Pertama, pengawalan proses perizinan oleh Satuan Tugas (SATGAS) Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Kedua, perizinan hanya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Padu Satu Kementan. Ketiga, adanya standar perizinan. Keempat, pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik Online Single Submission (OSS),” ujar Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Selasa (17/9/2019).

Kasdi menegaskan, pihaknya hanya melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo. Jokowi mengarahkan bahwa investasi dan ekspor merupakan komponen paling penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, Kementan mesti berani mereformasi perizinan untuk memperbaiki iklim investasi khususnya di sektor perkebunan. “Kita akan jemput bola langsung ke setiap investor yang akan menanamkan investasi di sektor pertanian khususnya perkebunan,” ujar Kasdi.

AYO BACA : Kayu Manis Bantu Atasi Kadar Gula Darah Berlebih

Kasdi menyampaikan, investasi pada sektor gula sudah dimulai sejak 2014. Kini, sudah ada 10 pabrik gula tambahan. Tujuh di antaranya sudah mulai beroperasi.

“Kita akan penuhi kebutuhan konsumsi nasional gula setidaknya perlu pasokan sebanyak 2,8 juta ton per tahun. Saat ini, kemampuan produksi gula dalam negeri baru 2,5 juta ton per tahun dan 300 ribu ton sisanya masih diimpor,” tambahnya.

“10 pabrik yang sudah dan akan beroperasi memiliki nilai investasi sekitar Rp43,82 triliun, yang nantinya akan menyerap tenaga kerja sekitar 2 juta pekerja,” ujarnya.

Jika sepuluh pabrik gula itu beroperasi, maka total kapasitas produksi minimal mencapai 100.000 ton cane per day (TCD), dengan target tambahan areal tebu inti sebesar 94.100 hektare dan plasma seluas 103.900 hektare. “Serta potensi produktivitas tebu rata-rata sebesar 92,5 ton per hektare dan potensi produktivitas gula sebesar 8,14 ton per hektare dengan rata-rata tingkat rendemen untuk 10 pabrik gula tersebut berkisar 8,7 persen,” ujar Kasdi.

AYO BACA : Habibie Akhirnya Bertemu Ainun Sang 'Gula Jawa'

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Agus Wahyudi mengungkapkan, dari sepuluh perusahaan pabrik gula yang tujuh di antaranya sudah beroperasi yaitu PT Laju Perdana Indah, PT Sukses Mantap Sejahtera, PT Gendhis Multi Manis, PT Kebun Tebu Mas, PT Industri Gula Glenmore, PT Adhi Karya Gemilang, dan PT Rejoso Manis Indo.

Untuk dua perusahaan gula lainnya akan mulai beroperasi pada akhir Desember 2019 yaitu PT Pratama Nusantara Sakti dan PT Jhonlin Batu Mandiri serta untuk PT Muria Sumba Manis akan mulai beroperasi pada Desember 2020.

Agus menambahkan, untuk penambahan luas area tebu akan lebih dikonsentrasikan pada lokasi di luar Jawa yang mana dari 10 pabrik gula baru tersebut enam di antaranya berlokasi di luar Jawa.

Untuk penambahan luas lahan akan sangat memungkinkan nantinya perluasan lahan tebu, namun perlu pendampingan dan penerapan teknologi.

Penerapan teknologi sangat penting karena diluar Jawa umumnya merupakan pemain baru dalam pergulaan, sehingga perlu pendampingan dan strategi dalam menjalankan usahanya.

“Ada tiga strategi dalam meningkatkan produktivitas tebu, yakni tata kelola air, peningkatan kesubutan tanah, serta mengembangkan pola dan jadwal tanam. Sehingga nanti hasilnya dengan rendemen yang bagus, serta hasil produktivitasnya tinggi, “ ujar  Agus.

Agus juga menekankan, dengan tambahan 10 pabrik gula baru ini pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan gula konsumsi. Ke depan, pihaknya akan siapkan tambahan lagi sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yaitu 15 pabrik gula tambahan pada periode 2020 sampai dengan 2024 untuk memenuhi kebutuhan gula industri sebanyak 3,2 juta ton per tahun.

AYO BACA : Kementan: Swasembada Gula Putih Sudah Ada di Depan Mata

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers