web analytics
  

Angka Harapan Hidup di Kabupaten Bandung Capai 74 Tahun

Kamis, 19 September 2019 09:39 WIB Fira Nursyabani

upati Bandung Dadang M Naser dalam Rapat Kerja (Raker) PWRI Kabupaten Bandung di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Rabu (18/9/2019). (Dok. Humas Pemkab Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Bandung mencapai usia 73-74 tahun. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) merupakan salah satu organisasi yang turut berkontribusi terhadap tingginya AHH tersebut.

“Organisasi PWRI turut berkontribusi terhadap tingginya AHH Kabupaten Bandung, yaitu di usia 73-74 tahun,” ungkap Bupati Bandung Dadang M Naser saat membuka Rapat Kerja (Raker) PWRI Kabupaten Bandung di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Rabu (18/9/2019).

AYO BACA : Kabupaten Bandung Raih WTN Tanpa Catatan

Dalam raker organisasi purna bhakti Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut, akan ditetapkan program-program kegiatan sampai ke tingkat kecamatan. Hal itu menurut Dadang merupakan bentuk pengabdian PWRI, baik untuk anggotanya secara internal, maupun dalam pembangunan secara eksternal.

“PWRI memiliki dua fungsi. Yaitu secara internal, harus mampu menjembatani kebutuhan para anggota. Sedangkan secara eksternal, diharapkan mampu berperan aktif menyukseskan pembangunan, baik lokal maupun nasional,” terang Dadang.

AYO BACA : Bupati Bandung Lanjutkan Keinginan Habibie Bangun Pesantren

Tujuan lain raker tersebut, yakni membahas isu-isu aktual yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Bandung. Tidak terkecuali saat menghadapi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Oktober mendatang.

Terkait perbaikan data keanggotaan, Dadang menyebut, PWRI tidak mengalami kesulitan. Untuk perbaikan data keanggotaan, PWRI tinggal berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Yang susah (update) itu LLI. Saya kira ke depannya PWRI dan LLI harus dipadukan, sekretariatnya bisa disatukan. Insyaallah, sedang persiapan dibangun,” ucap Dadang.

Dia bertutur, masa purna bhakti merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari seorang PNS. Namun tidak berarti menghentikan semangat untuk mengabdi. Dengan bekal pengalaman, kemampuan dan kematangan, seorang PNS purna bhakti memiliki potensi besar untuk tetap berkiprah dalam berbagai bidang pembangunan.

“Dengan aktif bergabung dalam PWRI, para PNS purna bhakti memiliki wahana untuk menyumbangkan kemampuan, ide dan gagasan demi kemajuan pembangunan,” ungkap dia.

AYO BACA : Bupati Bandung: Kenaikan Iuran BPJS Tambah Beban Rakyat

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers