web analytics
  

Raflesia Patma Mekar di Kebun Raya Bogor

Selasa, 17 September 2019 13:29 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Raflesia Patma Mekar di Kebun Raya Bogor, bunga raflesia patma, raflesia fatma mekar, raflesia fatma di kebun raya bogor, raflesia patma mekar di kebun raya bogor

Bunga langka Raflesia Patma Mekar di Kebun Raya Bogor. (ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Bunga langka Raflesia Patma kembali mekar di Kebun Raya Bogor. Tumbuhan langka ini mekar untuk ke-14 kalinya sejak tahun 2010.

Peneliti bunga raflesia patma, Lembaga Ilmu Pengetahuam Indonesia (LIPI), Sofi Mursidawati mengatakan mekarnya bunga ini merupakam sebuah fenomena yang unik dan langka.

AYO BACA : Dekat dengan Istana Bogor Jadi Alasan Jokowi Salat Iduladha di Kebun Raya

"Ini fenomena alam karena bunga ini tidak bisa diprediksi kapan mekarnya dan hanya mekar setahun sekali itupun mekarnya hanya 2 hingga 3 hari," ujar Sofi ditemui di Kebun Raya Bogor, Selasa (17/9/2019).

Sofi menjelaskan bunga raflesia Patma merupakan tumbuhan endemik asal Jawa Barat dengan habitat di Selatan Pulau Jawa. Sejauh ini selain di habitat aslinya Kebun Raya Bogor menjadi satu-satunya botanical garden yang berhasil mengkonservasi bunga ini.

AYO BACA : Jokowi dan Bima Arya Bahas Pengembangan Kebun Raya Bogor

"Pertamakali dibawa ke Kebun Raya Bogor itu tahun 2004 dan setelah dilakukan percobaan selama enam tahun baru berhasil ditumbuhkan di Kebun Raya Bogor dan di dunia ini yang pertama yang memiliki koleleksi raflesia patma," kata Sofi.

Dia menuturkan Raflesia patma merupakan bunga langka yang parasit dan sangat tergantung pada tumbuhan inangnya yakni tumbuhan sejenis anggur hutan atau menempel pada tumbuhan Tetrastigma.

"Hanya pohon inang spesifik yang bisa di tumbuhi raflesia patma, tempatnya juga spesifik karena endemic, sejauh ini hanya pernah ditemukan di pantai selatan jawa seperti Pangandaran, Nusakambangan, Geopark Cileteuh dan Jayanti," kata Sofi.

Saat ini di Kebun Raya Bogor selain 1 bunga yang sudah mekar terdapat 12 knop atau bakal calon bunga raflesia patma, diharapkan bakal calon bunga itu dapat mekar bersamaan dan memunculkan bunga jantan dan betina sekaligus.

"Ini supaya bisa dibantu proses penyerbukannya. Proses penyerbukan biasanya diawali bau busuk, ini akan terjadi bila ada serangga yang membantu mengangkut serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina, jadi masih ada PR kita yaitu agar mendapatkan lebih banyak lagi bunga yang mekar," kata Sofi.

AYO BACA : Pemkot Dukung LIPI Jadikan Kebun Raya Bogor Warisan Dunia

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers