web analytics
  

Polrestabes Bandung Ungkap 21 Kasus Narkoba dalam Dua Pekan

Selasa, 17 September 2019 10:51 WIB Faqih Rohman Syafei

Sebanyak 24 tersangka pengedar narkoba diamankan Sat Narkoba Polrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019). (Faqih Rohman Syafei/ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sat Narkoba Polrestabes Bandung berhasil mengungkap sebanyak 21 kasus narkoba selama dua pekan di September 2019. Sebanyak 24 tersangka turut diamankan.

"Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 24 tersangka terdiri dari 22 pria dan dua wanita," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019).

AYO BACA : Google Maps Bantu Pemulihan Pecandu Alkohol dan Narkoba

Irman mengatakan dari tangan tersangka barang bukti yang diamankan yakni sabu 416,03 gram dan ganja 12,25 gram. Selain itu, terdapat juga alat konsumsi sabu, perangkat pengemas sabu, dan timbangan serta alat komunikasi.

"Dengan penyitaan barang bukti narkoba tersebut berarti kita sudah dapat menyelamatkan sebanyak 2.141 orang," katanya.

AYO BACA : Perangi Narkoba, ASN Cinambo dan Panyileukan Jalani Tes Urine

Modus yang digunakan oleh para tersangka adalah sistem tempel, transaksi langsung, pemesanan via aplikasi pesan online, dan melalui jasa pengiriman. Sedangkan lokasinya berada di perumahan, jalan umum, indekos, dan apartemen.

Irman menyebutkan dari 21 kasus itu, satu kasus cukup menonjol yang dilakukan oleh HI dengan barang bukti sabu sebanyak 381,34 gram. Tersangka merupakan kurir dalam jaringan antarprovinsi. 

"Jakarta-Bandung dan Yogyakarta, dia ngaku baru dua kali melakukan pengiriman Bandung dan sekitarnya, Yogyakarta setiap pengiriman mendapat upah Rp10 juta," terangnya.

Atas perbuatannya tersangka pengedar dikenakan Pasal 114 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan denda sebesar Rp 1 - 10 miliar. 

"Sedangkan dikenakan Pasal 112 Junto Pasal 127 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda Rp800 juta-Rp8 miliar," ungkap Irman.

AYO BACA : Pakar Klaim Kecanduan Gawai Mirip dengan Narkoba

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers