web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kementan Sukses Kenalkan Produk Unggulan Petani pada Pasar AS

Senin, 16 September 2019 16:52 WIB M. Naufal Hafizh

Kementerian Pertanian sukses memperkenalkan produk unggulan Indonesia dalam Natural Products Expo East (NPEE 2019) yang digelar selama empat hari di Baltimore, Amerika Serikat, 11-14 September 2019. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Kementerian Pertanian sukses memperkenalkan produk unggulan Indonesia dalam Natural Products Expo East (NPEE 2019) yang digelar selama empat hari di Baltimore, Amerika Serikat, 11-14 September 2019.

"Masyarakat Amerika Serikat antusias menerima produk kita. Bahkan dalam 3 hari tercatat 4,7 juta dolar AS potensi transaksi yang terjadi. Kami kira pintu ekspor secara resmi sangat terbuka lebar," kata Banun Harpini, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Sabtu (14/9/2019).

Dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Senin (16/9/2019), Banun mengatakan, produk natural Indonesia ternyata punya daya saing dan peluang pasar yang besar di AS.

AYO BACA : Petani Bandung Antusias Lakukan Gerakan Tanam Padi

Di hari terakhir expo pada tanggal 14 September 2019 di Baltimore dilaporkan total potensi transaksi bisnis sebesar 4,7 juta dolar AS untuk berbagai produk, yaitu sarang burung walet sebesar 3,2 juta dolar AS, rempah sebesar 500 ribu dolar AS, dan sisanya transaksi untuk produk organik.

Banun menegaskan, expo ini pun menandai sejarah baru sarang burung walet secara langsung masuk secara komersial ke pasar Amerika Serikat.

"Upaya ini juga sangat baik dalam memanfaatkan situasi perang dagang AS-Tiongkok yang sedang terjadi saat ini," demikian imbuhnya.

AYO BACA : Taiwan Gembleng 54 Petani Milenial Indonesia

Indonesia mulai dapat mengambil manfaat dari perang dagang dua negara besar tersebut secara riil, mengingat keduanya memiliki pasar potensial bagi produk pertanian Indonesia.

"Acara ini diikuti oleh lebih dari 1700 perusahaan dari 119 negara. Kemudian dihadiri juga oleh 27.000 pengunjung, termasuk eksportir dan importir dari seluruh dunia," ujarnya.

Banun mengatakan, promosi ini sekaligus ajang pembuktian bahwa komoditas pertanian dan produk pangan Indonesia terus meningkat. Adapun produk yang ditampilkan dalam Expo ini diantaranya produk sarang burung walet, gula kelapa organik, tepung kelapa organik, keripik ubi jalar organik, kopi robusta, madu organik, beras hitam organik dan beras merah organik.

Selain itu, komoditas rempah seperti kayu manis, pala, lada hitam, lada putih, cengkih, dan vanili baik dalam bentuk olahan maupun natural.

Banun menjelaskan, dalam pameran ini pemerintah juga mengikutsertakan 9 perusahaan yang mewakili Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia dan Kadinda Provinsi Maluku. Dua di antaranya merupakan perusahaan sarang burung walet dan PT Agri Spice Indonesia, PT Harpin Agro Internasional, dan PT The Bencoolen Coffee, serta PT Mega Organik Indonesia.

AYO BACA : Kenaikan Cukai Rokok Untungkan Petani Tembakau

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers