web analytics
  

Hingga Akhir 2019, Indonesia Genjot 3 Kerja Sama Dagang Internasional

Senin, 16 September 2019 08:28 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Hingga Akhir 2019, Indonesia Genjot 3 Kerja Sama Dagang Internasional, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kemendag, kerja sama internasional, kerja sama perdagangan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga akhir tahun nanti, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong rampungnya tiga kerja sama dagang internasional yang digadang-gadang akan menjadi bekal bagi negara untuk menghadapi perlambatan ekonomi global. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku telah menyelesaikan 14 perjanjian dagang lainnya.

"Sekarang kami sudah menyelesaikan 14, insyaallah akhir tahun selesai 3 lainnya. Itu perjanjian perdagangan dengan swasta," ungkapnya ketika ditemui selepas mengikuti dialog bersama WTO dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) bertajuk High Level Policy Dialogue: National Task Force on Non-Tariff Measures and Good Regulator Process di hotel El-Royale Bandung, Minggu (15/9/2019).

AYO BACA : Mendag Kebut Kajian Kebijakan Dagang Indonesia

Beberapa perjanjian dagang tersebut di antaranya adalah Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 16 negara yang ada di ASEAN, hingga Indonesia-Korea CEPA dan Indonesia-Taiwan PTA. Enggar menyebutkan, hal ini dilakukan agar Indonesia tak tertinggal dari negara lain.

"Karena kalau kita tidak buka aksesnya, maka kita semakin tertinggal. Kenapa kita tertinggal dengan Vietnam, karena mereka sudah ada perjanjian perdagangan dengan Turki, dengan India, dan kita enggak ada," ungkapnya.

AYO BACA : Rupiah Terapresiasi ke Angka Rp13.900

Selain itu, pihaknya pun saat ini tengah mendorong pengkajian dan revisi sejumlah peraturan dagang Indonesia, terutama yang berkonflik dengan World Trade Orgaization (WTO). Salah satunya guna memperlancar arus investasi untuk masuk.

"Yang bisa kita lakukan sekarang adalah (mempermudah) investasi. Sekarang sudah terjadi relokasi industri dan sebagainya, inilah yang harus kita tantang. Itu sebabnya berbagai peraturan yang kita buat harus pro pada investasi. Jangan kemudian bikin aturan untuk bikin pabriknya saja panjang sekali," ungkapnya.

Guna melaksanakan hal tersebut, Kemendag RI telah membentuk tim khusus yang akan bekerja melakukan review dan perbaikan berbagai aturan dagang tersebut selama satu bulan ke depan.

"Makanya sedang disusun peraturan yang menghambat itu, akan ada keputusan fundamental yang dilakukan oleh bapak presiden sendiri. Kami menyuruh kerja (tim) selama satu bulan, nanti akan ada berbagai peraturan yang disederhanakan," jelasnya. 

AYO BACA : RFB Ajak Pahami Investasi Perdagangan Berjangka

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Penyuap Edhy Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional Kamis, 22 April 2021 | 05:15 WIB

Pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito divonis dua tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bul...

Umum - Nasional, Penyuap Edhy Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara, Edhy Prabowo KPK,Edhy Prabowo Korupsi,Edhy Prabowo korupsi benih lobster,Edhy Prabowo,Penyuap Edhy Prabowo dipenjara,Suap Benih Lobster,kpk

Cara Dapat SIKM untuk Mudik Lebaran 2021

Nasional Kamis, 22 April 2021 | 03:45 WIB

Dikutip dari SE Satgas Covid-19 No.13 Tahun 2021, berikut cara mendapatkan SIKM pada periode mudik Lebaran 2021:

Umum - Nasional, Cara Dapat SIKM untuk Mudik Lebaran 2021, surat izin keluar masuk (SIKM),cara buat SIKM,SIKM,masyarakat yang dibolehkan mudik,wilayah diperbolehkan mudik

Bansos PKH Tahap II Sudah Disalurkan Kemensos, Ini Rinciannya

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 22:54 WIB

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp6,53 tr...

Umum - Nasional, Bansos PKH Tahap II Sudah Disalurkan Kemensos, Ini Rinciannya, Bansos PKH,Program Keluarga Harapan (PKH),Kemensos PKH,Bansos PKH Tahap II

Sebelum Hilang, Kapal Selam Nanggala-402 Izin Menyelam Penembakan Torp...

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 22:50 WIB

Kementerian Pertahanan RI mengungkap kronologi Kapal Selam Nanggala-402 sebelum dinyatakan hilang kontak di perairan Bal...

Umum - Nasional, Sebelum Hilang, Kapal Selam Nanggala-402 Izin Menyelam Penembakan Torpedo, Kapal Selam Nanggala-402,Kapal Selam Nanggala-402 Hilang Kontak,Kementerian Pertahanan

Penyidik KPK Ditangkap, Diduga Peras Pejabat Rp1,5 Miliar

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 18:43 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur Polri berinisial AKP SR ditangkap. Dia ditangkap oleh Propam Polr...

Umum - Nasional, Penyidik KPK Ditangkap, Diduga Peras Pejabat Rp1,5 Miliar, Penyidik KPK Ditangkap,Penyidik KPK Peras Pejabat,Penyidik KPK Minta Uang

Panglima TNI: Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak 60 Mil dari Bali

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 17:38 WIB

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan, pihaknya masih dalam proses pencarian Kapal Perang Republik Indonesia...

Umum - Nasional, Panglima TNI: Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak 60 Mil dari Bali, Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak,Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,KRI Nanggala-402

Sri Mulyani Soroti Surat RA Kartini yang Dimuat Media Belanda

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 17:25 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengenang perjuangan yang dilakukan R.A Kartini terhadap kaum perempuan Indonesia...

Umum - Nasional, Sri Mulyani Soroti Surat RA Kartini yang Dimuat Media Belanda, Sejarah Hari Ini,Hari Kartini,R.A. Kartini,Sri Mulyani

Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak saat Latihan di Perairan Bali

Nasional Rabu, 21 April 2021 | 17:18 WIB

Satu buah kapal selam dan satu anggota TNI dilaporkan hilang kontak saat menjalani latihan di perairan laut Bali.

Umum - Nasional, Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak saat Latihan di Perairan Bali, Kapal Selam Nanggala 402,Kapal Selam Hilang,Kapal Selam TNI,Kapal Selam Hilang Kontak

artikel terkait

dewanpers