web analytics
  

Kenaikan Cukai Rokok Untungkan Petani Tembakau

Minggu, 15 September 2019 20:55 WIB Mildan Abdalloh

Petani tembakau. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Asosiasi Petani Tembakau Indonesaian (APTI) Kabupaten Bandung menyambut baik rencana pemerintah menaikkan cukai rokok pada 2020 sebesar 20%.

Dewan Pembina APTI Kabupaten Bandung Alo Sobirin mengatakan dengan kenaikan cukai rokok, maka akan berdampak pada naiknya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi pemerintah daerah yang juga berdampak pada petani tembakau.

AYO BACA : Pemkab Bandung Kelola Rp11,2 Miliar dari DBHCHT

"Jika cukai rokok naik, maka DBHCHT bagi pemerintah daerah juga akan naik," tutur Alo, Minggu (15/9/2019).

Dia menjelaskan DBHCHT merupakan dana bagi hasil yang bersifat semi blok grand, artinya 50% anggaran yang diterima digunakan untuk pembangunan usulan pemerintah daerah, sisanya 50% lagi akan dipergunakan bagi program hasil Musrenbang usulan petani tembakau.

AYO BACA : Pemkab Bandung Terancam Kehilangan Dana Rp37 Miliar

"Ini yang akan berdampak kepada petani. Usulannya bisa lebih banyak," ujarnya.

Kabupaten Bandung merupakan daerah penghasil tembakau, setidaknya terdapat 12.000 hektar lahan digunakan untuk pertanian tembakau.

Sebagai daerah penghasil, DBHCHT Kabupaten Bandung juga lumayan besar. "DBHCHT yang diterima Kabupaten Bandung mencapai Rp12 miliar," imbuhnya.

Jika cukai rokok naik, maka DBHCHT Kabupaten Bandung juga akan turut naik.

AYO BACA : Begini Harapan Petani Tembakau Jelang Panen

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers