web analytics
  

Mendag Kebut Kajian Kebijakan Dagang Indonesia

Minggu, 15 September 2019 18:45 WIB Nur Khansa Ranawati
Bisnis - Finansial, Mendag Kebut Kajian Kebijakan Dagang Indonesia, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, WTO, Sengketa,

Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita menyebutkan, Indonesia saat ini merupakan negara di ASEAN yang memiliki jumlah sengketa terbanyak dengan World Trade Organization (WTO). Dari data yang dimilikinya, sejak 1995 hingga saat ini, terdapat total 63 perselisihan yang melibatkan Indonesia.

Hal ini merupakan sengketa terkait bentrok antara peraturan di bidang perdagangan yang dikeluarkan Indonesia dengan perjanjian antar negara yang telah disepakati WTO. Negara yang memiliki angka konflik lebih sedikit relatif dianggap sebagai negara yang cukup cerdas membuat peraturan.

"Ada 11 kasus dimana Indonesia sebagai penggugat, 14 sebagai tergugat, dan 38 sebagai pihak ketiga. Kalau dengan negara ASEAN, Filipina hanya punya 6, Malaysia 1, Vietnam dan Singapura tidak punya. Mereka cerdas dalam menyusun peraturan," ungkapnya ketika ditemui selepas mengikuti dialog bersama WTO dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) bertajuk High Level Policy Dialogue : National Task Force on Non-Tariff Measures and Good Regulator Process di hotel El-Royale Bandung, Minggu (15/9/2019).

AYO BACA : Pemerintah Didesak Kejar Lebih Banyak Perjanjian Dagang

Bila sejumlah kebijakan yang berkonflik tersebut tak segera dikaji ulang, Enggar khawatir hal tersebut bakal berdampak buruk pada perekonomian Indonesia. Mau tak mau Indonesia harus siap terlibat dalam perdagangan bebas dunia.

"Kita ada kesepakatan-kesepkatan di WTO, Indonesia adalah salah satu foundernya, jadi setiap peraturan yang kita keluarkan jangan bertentangan dengan perdagangan bebas yang sudah kita sepakati. Kita harus ikut WTO, kalau enggak ya Indonesia bakal jadi negara terkucil. Maunya minta saja, tidak mau memberi. Pasti ekonomi kita akan hancur kalau begitu. Enggak usah dipertayakan lagi apakah kita perlu atau tidak mengikuti era perdagangan bebas ini," paparnya.

Salah satu contohnya, Enggar menyebutkan adalah kebijakan perlindungan yang berimbas pada sulitnya barang impor untuk masuk.

AYO BACA : Hambat Serbuan Daging Ayam Brasil, Pemerintah Terapkan Non-Tarif Barrier

"Tidak boleh seperti itu karena kita sudah menyetujui WTO," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya secara khusus mengundang WTO dan UNCTAD untuk dapat memberikan pelatihan perumusan kebijakan bagi para eselon II dan eselon I di lingkungan Kementrian Perdagangan dan instansi terkait. Selain itu, tim khusus untuk melakukan kajian berbagai kebijakan tersebut juga telahh dibentuk dan ditargetkan akan bekerja intensif selama satu bulan ke depan.

"Dari situ kita banyak sharing hal-hal yang sedang berkembang, rekomendasi kita untuk High Policy Dialog ini adalah sesuai Perpres Nomor 7, menyusun tum yang dikoordinasikan dengan Kemenko Perekonomian dan Setkab untuk review kembali berbagai peraturan yang berpotensi sudah, sedang, dan dalam proses yang disengketakan WTO," paparnya.

"Menurut saya ini sesuatu yang ke depannya sangat diperlukan. Ada sesuatu yang mau saya wariskan pada generasi selanjutnya. Dalam satu bulan ada legacy yang kita tinggalkan," pungkasnya.

AYO BACA : Mendag Bakal Daftar Hitamkan Pengusaha yang Tertangkap KPK

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

bank bjb Indramayu Tekankan Pentingnya Inklusi Keuangan dan Digitalisa...

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 20:39 WIB

Bank bjb semakin rajin memberikan edukasi tentang dunia perbankan khususnya untuk kalangan milenial.

Bisnis - Finansial, bank bjb Indramayu Tekankan Pentingnya Inklusi Keuangan dan Digitalisasi Perbankan untuk Milenial, bank bjb,bank bjb Cabang Indramayu,Inklusi Keuangan dan Digitalisasi Perbankan untuk Generasi Milenial di Masa Pandemi Covid-19

Gandeng Pemprov Jabar, bank bjb Dukung Penerapan Jabar Smart School Sm...

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 20:33 WIB

Acara tersebut juga sekaligus merupakan peresmian program Center of Excellance (CoE) yang diinisiasi Kementerian Pendidi...

Bisnis - Finansial, Gandeng Pemprov Jabar, bank bjb Dukung Penerapan Jabar Smart School Smart Classroom (JS3C), Pemprov Jabar,bank bjb,Jabar Smart School Smart Classroom (JS3C),SMKN 1 Kota Cimahi,Center of Excellance (CoE)

Konsumsi Nasional Selama Kuartal II Diperkirakan Terus Meningkat

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 13:23 WIB

Konsumsi masyarakat diperkirakan akan terus meningkat pada kuartal kedua tahun 2021. Peningkatan konsumsi ini disebabkan...

Bisnis - Finansial, Konsumsi Nasional Selama Kuartal II Diperkirakan Terus Meningkat, konsumsi nasional,ekonomi nasional,Ramadan 2021,Ekonomi & Bisnis,Ekonomi Indonesia,Pemulihan Ekonomi

Harga Emas Antam 23 April Turun Rp5.000 per Gram

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 11:35 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp935.000 per gram pada Jumat, 23 April 2021, atau turun Rp...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam 23 April Turun Rp5.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Harga Emas Hari ini,Emas

Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah

Bisnis - Finansial, Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah, bjb Amazing Sureprize,bank bjb,Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto,Nasabah bank bjb

Pakar Keuangan: Jangan Habiskan THR

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 01:45 WIB

Mike Sutikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi menyarankan kepada masyarakat supaya tidak menghabiskan uang...

Bisnis - Finansial, Pakar Keuangan: Jangan Habiskan THR, Pakar Keuangan,Perencanaan Keuangan,Tunjangan Hari Raya (THR),Mengelola THR

Melesat Naik, Harga Emas Antam Kini Rp940.000 per Gram

Finansial Kamis, 22 April 2021 | 10:00 WIB

Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Antam di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung.

Bisnis - Finansial, Melesat Naik, Harga Emas Antam Kini Rp940.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga Emas Hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 22:44 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perim...

Bisnis - Finansial, DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Pemungutan Pajak,Pemerintah Daerah (Pemda)

artikel terkait

dewanpers