web analytics
  

Kelapa Bakar yang Kaya Khasiat

Sabtu, 14 September 2019 07:33 WIB Andres Fatubun
Gaya Hidup - Kuliner, Kelapa Bakar yang Kaya Khasiat, Kelapa Bakar, cimahi, kuliner cimahi, Khasiat

Kelapa bakar di Jalan Raya Cibereum seberang SMAN 13 Cimahi. (Dias Ashari/magang)

CIMAHI, AYO BANDUNG.COM -- Siang hari saat cuaca panas memang enak minum yang segar-segar seperti es kelapa muda. Namun apa jadinya jika kelapa yang akan kita konsumsi mengalami proses pembakaran terlebih dahulu. Tentu saja rasanya akan berbeda dengan kelapa muda biasa.

Kata kelapa bakar memang belum begitu familiar di telinga masyarakat. Penjualnya pun belum begitu sebanyak kelapa pada umumnya. Namun jangan khawatir di kawasan Cibereum ada satu penjual kelapa bakar. Lokasinya tepat berada di Jalan Raya Cibereum seberang SMAN 13 Cimahi.

Kondisi tempatnya tidak terlalu besar. Namun tenang saja disana disediakan meja kayu panjang lengkap dengan kursinya. Jadi konsumen bisa menikmati kelapa bakar di tempat sambil menikmati suasana malam khas pinggir jalan.

Tempat ini buka setiap hari dari jam 4 sore hingga pukul 11 malam. Bisnis yang sudah berjalan sekitar dua tahun ini, setiap harinya bisa menghabiskan 250-400 butir kelapa.

“Sudah dua tahunan. Bukanya dari jam 4 sampe jam 11 malam. Kalau sepi bisa keluar sekitar 250 butir, tapi kalau eamai bisa nyampe 400-an," tutur Dadang saat di temui ayobandung, Jumat ( 13/09/2019) malam.

Kelapa di tempat ini mendapat pasokan dari daerah Cidaun. Dari informasi yang diambil kelapa dari daerah Cidaun ini memiliki keunggulan rasa yang lebih enak daripada daerah lain.

“Kalau kelapa mah dari Cidaun, banyak sih dari daerah Tasik juga. Tapi disini mah ambilnya dari Cianjur aja, lebih enak rasanya dan manis juga,” ungkap Dadang.

Kelapa ini mengalami proses pembakaran sekitar 3-4 jam untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang pas. 

Saat kelapa bakar di buka ada aroma khas yang tidak bisa dijelaskan dalam kata-kata. Rasanya memang khas seperti ada perpaduan manis dan sedikit pahit dari serabut kelapa yang melebur menjadi satu. 

Dari tekstur kelapanya sendiri menjadi lebih lembut. Bagi yang kurang suka rasanya, tenang saja bisa ditambahkan madu atau susu sebagai pelengkap. 

AYO BACA : Dari 4 Presiden Indonesia yang Wafat, Siapa yang Usianya Paling Muda?

Di tempat ini hanya menyediakan rasa original saja. Namun di beberapa tempat lainnya ada juga yang menambahkan rempah-rempah, telur, madu ataupun susu.

“Disini mah original saja. Ada sih di tempat lain juga yang di tambah jahe, telur atau susu. Tapi disini mah engga,” katanya.

Penjual juga menuturkan kalau jenis kelapa hijau dalam penyajiannya tidak boleh menggunakan bahan plastik karena dapat mengurangi khasiatnya. Sehingga lebih baik makan saja langsung dari buahnya.

“Kelapa ijo jangan pakai plastik penyajiannya. Nanti bakal ngurangi khasiatnya. Mending langsung aja dari buahnya," saran Dadang.

Kelapa bakar ini sangat enak jika dihidangkan saat masih panas. Selain bisa mendetoksifikasi badan. Air kelapanya juga bisa membantu menghangatkan badan di malam hari. 

Kelapa hijau bakar ini memiliki banyak khasiat untuk penyakit diabetes, menambah stamina, mengobati asma dan bisa juga untuk pasangan yang sedang melakukan program kehamilan.

“Bisa buat ngobati penyakit seperti asma atau diabetes. Buat badan fit juga bisa. Untuk yang punya program punya anak juga bisa. Terus bagus juga buat buang racun di badan” tuturnya.

Salah satu pembeli yang berasal dari daerah Cianjur yang penulis temui juga mengungkapkan rasa penasaran akan kelapa bakar ini.

“Saya baru pertama kali kesini, yah penasaran aja kata orang kelapa bakar ini punya banyak khasiatnya tapi engga tau juga,” ungkap Resti sambil tertawa.

Satu buah kelapa bakar biasa di patok seharga Rp10.000 sedangkan untuk jenis kelapa hijau berkisar Rp15.000-25.000 tergantung dari ukurannya.

Daripada penasaran dan ngiler. Lebih baik langsung datangi saja warung yang berada di sebrang SMAN 13 Cimahi ini. Selamat mencoba.(Dias Ashari/magang)

AYO BACA : Lontong Kari Ayam Mirasa, Sarapan Penggugah Selera Makan

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers