web analytics
  

Ini Jurus Cegah Keracunan Massal di Sukabumi Terulang

Jumat, 13 September 2019 21:02 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Ini Jurus Cegah Keracunan Massal di Sukabumi Terulang, Dinas Kesehatan Jawa Barat, Keracunan Massal,

Keracunan massal di Sukabumi. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Hingga Kamis (12/9/2019), sebanyak 170 warga Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi telah dinyatakan mengalami keracunan selepas menyantap nasi kuning pada acara tahlilan salah satu keluarga. Dua orang meninggal dunia.

Para korban hingga saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di kawasan tersebut. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan persitiwa keracunan massal ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti menyatakan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan secara saksama sebelum menyantap hidangan. Hal ini penting dilakukan guna menghindari kejadian serupa terulang di kemudian hari.

AYO BACA : Dinkes Jabar Teliti Penyebab Keracunan Massal di Sukabumi

"Masyarakat harus selalu berhati-hati dalam memilih, mengolah, dan menyiapkan makanan. Apalagi yang disajikan dalam jumlah yang banyak. Tentunya harus berkonsultasi atau meminta pendapat dari petugas puskesmas setempat,"ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Jumat (13/9/2019).

Beberapa hal yang perlu diwaspadai, Berli mengatakan, adalah bila makanan sudah berbau tidak sedap ataupun memiliki bau yang berbeda dengan bau khas yang dimiliki makanan tersebut.

"Selain itu, makanan yang konsistensinya berubah juga sudah tidak layak dikonsumsi. Misalnya mencair," jelasnya.

AYO BACA : Permen ‘Sikat Gigi’ Diduga Sebabkan Puluhan Siswa SD Keracunan

Adanya perubahan rasa pada makanan, seperti menjadi asam pun merupakan salah satu indikasi yang menunjukan bahwa makanan tersebut sebaiknya tak dikonsumsi. Sementara itu, untuk mengecek kelayakan makanan dalam kemasan, selain melihat tanggal kadaluwarsa, masyarakat pun dapat memanfaatkan layanan Cek Klik yang dimiliki BPOM.

"Kalau yang menggunakan kemasan tentunya harus yang memenuhi azas-azas pengamanan makanan atau minuman dari BPOM yaitu Cek KLIK," ungkapnya. Hal tersebut dapat diakses melalui laman web cekbpom.pom.go.id.

Dirinya juga menyarankan masyarakat untuk senantiasa menyiapkan makanan yang sesuai dengan pertimbangan keseimbangan gizi. Penyimpanan makanan sesuai dengan sifatnya pun perlu dilakukan.

"Zaman sekarang, dalam menyajikan makanan juga harus mempertimbangkan keseimbangan gizi, yaitu karbohidrat, lemak, dan proteinnya, selain tentu saja keanekaragaman pangan. Misalnya pengganti nasi," ungkapnya.

AYO BACA : Sebabkan Keracunan Massal, 3 Pedagang Pindang di Cianjur Diamankan Polisi

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Satgas Pangan Polda Jabar Awasi Kenaikan Harga Daging Sapi

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 12:33 WIB

Harga daging sapi di Jabar cenderung stabil. 

Umum - Regional, Satgas Pangan Polda Jabar Awasi Kenaikan Harga Daging Sapi, Harga Daging Sapi Naik,Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan,Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung,Daging Sapi,Satgas Pangan Jabar

Kedaluwarsa, Bantuan untuk Korban Gunung Mas Bogor Dimusnahkan

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 12:26 WIB

Relawan di posko pengungsian banjir Gunung Mas, tepatnya di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten B...

Umum - Regional, Kedaluwarsa, Bantuan untuk Korban Gunung Mas Bogor Dimusnahkan, Bantuan Korban Gunung Mas,Gunung Mas,Banjir Gunung Mas,Banjir Puncak Bogor,Banjir Bogor,Bantuan Gunung Mas Kedaluwarsa

Warga Kuningan Geger, Gerebek Pelaku Threesome Ternyata Waria

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 12:03 WIB

Warga Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan menggerebek pelaku threesome di sebuah kamar kost.

Umum - Regional, Warga Kuningan Geger, Gerebek Pelaku Threesome Ternyata Waria, Threesome kuningan,threesome waria,Threesome,warga kuningan,asusila kuningan

Heboh Penemuan Mayat di Pesisir Cirebon, Dikira Korban Sriwijaya Air

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 11:18 WIB

Warga pesisir Kabupaten Cirebon geger dengan penemuan sosok mayat di laut. Awalnya, warga mengira jenazah pria itu merup...

Umum - Regional, Heboh Penemuan Mayat di Pesisir Cirebon, Dikira Korban Sriwijaya Air, Penemuan Mayat Pesisir Cirebon,Pesisir Cirebon,Mayat Pesisir Cirebon,Korban Sriwijaya Air,Korban Sriwijaya,Berita Cirebon

Korban Banjir Bandang Puncak Diungsikan di 4 Lokasi

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 11:02 WIB

Ratusan kepala keluarga (KK) korban banjir di Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor,...

Umum - Regional, Korban Banjir Bandang Puncak Diungsikan di 4 Lokasi, banjir bandang puncak bogor,Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak

DKPP: Harga Daging Sapi di Jabar Capai Rp120.000

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:47 WIB

Jafar mengatakan, sebenarnya ketersediaan daging sapi di Jawa Barat masih stabil. Hal itu jika masyarakat mau memanfaatk...

Umum - Regional, DKPP: Harga Daging Sapi di Jabar Capai Rp120.000, Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan,Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung,Harga Daging Sapi Naik,Daging Sapi,Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat

Daftar Wilayah Paling Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak di Jabar

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:43 WIB

Kota Bandung masuk 3 besar wilayah dengan tingkat kepatuhan pakai masker tertinggi.

Umum - Regional, Daftar Wilayah Paling Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak di Jabar, Kepatuhan pakai masker,Kepatuhan Jaga jarak,3M,Kampanye 3M

16 Orang Terpapar Covid-19, Puskesmas Puspahiang Tasikmalaya Ditutup

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:04 WIB

Dampaknya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat terpaksa ditutup sementara.

Umum - Regional, 16 Orang Terpapar Covid-19, Puskesmas Puspahiang Tasikmalaya Ditutup, Puskesmas Puspahiang,Covid-19 Tasikmalaya,Positif Covid-19 tasikmalaya,Tasikmalaya,Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

artikel terkait

dewanpers