web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Taiwan Gembleng 54 Petani Milenial Indonesia

Jumat, 13 September 2019 18:40 WIB Tri Junari

Taiwan Gembleng 54 Petani Milenial Indonesia. (ayobandung.com/Tri)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggembleng 54 petani milenial berasal dari berbagai daerah di Indonesia ke Taiwan.

Magang selama satu tahun ini untuk membentuk petani milenial menjadi pengusaha dan praktisi pertanian yang handal di Indonesia.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, selain itu petani muda itu juga nantinya ditargetkan agar bisa menjadi praktisi di perusahaan agrobisnis seperti perusahaan holtikultura maupun perusahaan pangan di Indonesia.

"Dengan seperti itu mereka bisa menghasilkan produktifitas tinggi yang nantinya menguntungkan bagi perusahaan. Jadi itu target kami memberangkatkan mereka ke Taiwan," ujarnya saat ditemui di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Jumat, (13/09/2019).

Ketika magang di Taiwan, mereka akan mendalami sistem pertanian dan teknologi yang nanti akan diaplikasikan di Indonesia karena Taiwan merupakan negara pengekspor komoditas pertanian dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi. 

"Jadi ketika mereka pulang dari Taiwan bisa menjadi praktisi pertanian, berwirausaha dan harus usaha pertanian sesuai ilmu yang dipelajari," katanya.

Ia menerangkan, 54 petani milenial ini berasal dari Provinsi Jawa Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Bali, NTT, dan Sulawesi Tenggara yang memang sudah siap untuk diberangkatkan ke Taiwan.

"Mereka ke Taiwan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengalaman bagaimana bertani yang baik. Bukan hanya memelihara atau memproduksi pertanian, tapi juga bagaimana mengemas hingga menjual produk dengan baik," kata Dedi.

Ia mengatakan, memang saat ini Indonesia hanya bisa mengekspor tenaga manusia terlatih seperti petani milenial yang berusia 21-36 tahun untuk menimba ilmu pertanian.

"Namun, pada saatnya nanti, Indonesia juga harus bisa mengeksport segala hasil pertanian yang dihasilkan petani dalam negeri," katanya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers