web analytics
  

Iuran BPJS Naik, RS Diminta Siapkan Ruang Rawat yang Cukup

Selasa, 10 September 2019 14:30 WIB

Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Matraman, Jakarta, Selasa (3/8/2019). Pemerintah akan menerapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2020 terhadap peserta non Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni dari sebelumnya Rp80.000 menjadi Rp160.000 untuk kelas I dan dari sebelumnya Rp51.000 menjadi Rp110.000 untuk kelas II. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk menutupi defisit program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut penyebab utama defisit BPJS Kesehatan disebabkan oleh ketidakdisipilinan peserta mandiri dalam membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kemenkeu mencatat selama periode 2016-2018, jumlah tunggakan iuran peserta mandiri mencapai sekitar Rp 15 triliun. Namun, di sisi lain peserta mandiri banyak mengeluhkan layanan rawat inap di rumah sakit yang tidak sesuai dengan kelas yang iuran yang mereka bayarkan. Umumnya, peserta kelas 1 mengeluhkan mendapat ruang rawat kelas 2.

AYO BACA : Iuran BPJS Naik, Puan Klaim Rakyat Miskin Tetap Ditanggung Negara

Sepanjang 2018, total iuran dari peserta mandiri adalah Rp 8,9 triliun dengan total klaim mencapai Rp 27,9 triliun. Dengan kata lain, claim ratio dari peserta mandiri ini mencapai 313 persen.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan persoalan fasilitas layanan tersebut tidak terlepas dari kecukupan ruang rawat di rumah sakit yang dituju. Menurut Iqbal, seharusnya kecukupan ruangan di RS berbentuk piramida, kelas 3 membutuhkan ruang perawatan lebih banyak karena jumlah peserta lebih banyak.

AYO BACA : Kenaikan Iuran BPJS Tinggal Tunggu Perpres

"Kelas 1 lebih sedikit dibandingkan kelas 2 dan 3 untuk ruang perawatannya," ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Menurut Iqbal, hal ini telah diatur dalam Permenkes Nomor 28 tahun 2014, yang mengatur apabila pasien tidak mendapatkan ruangan sesuai dengan kelas yang diinginkan, maka bisa pindah ke RS lain. Selain itu, untuk yang kelas 2 dan 3 bisa mendapat kelas setingkat di atasnya dalam waktu 3 hari perawatan.

"Rumah Sakit yang harus menyiapkan kecukupan ruang rawatnya. Kalau tidak bisa digeser ke Rumah Sakit lain," kata Iqbal.

AYO BACA : Bupati Bandung: Kenaikan Iuran BPJS Tambah Beban Rakyat

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers