web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Susi: Mohon Maaf, Saya Hanya Manusia Biasa

Senin, 9 September 2019 21:32 WIB Dadi Haryadi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bahwa dirinya hanya manusia biasa, dan memohon maaf atas berbagai kesalahan dan kekhilafan selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Satu permintaan maaf apabila ada kesalahan-kesalahan selama sekitar 4,5 tahun ini, kata Menteri Susi di Kantor KKP, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Susi juga menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dan sosialisasi terhadap berbagai program KKP.

AYO BACA : Susi Pudjiastuti Protes saat Disuguhi Air Mineral Kemasan Plastik

Susi Pudjiastuti menuturkan, bila sekiranya dirinya tidak lagi menjadi menteri, dipersilahkan mengunjungi kediamannya di Pangandaran, Jawa Barat.

Menteri Kelautan dan Perikanan menjabarkan bahwa jangka waktu 4,5 tahun sebagai pembantu presiden di Kabinet Kerja ini merupakan perjalanan yang terasa panjang meski durasinya terasa singkat.

Tanpa dukungan kawan-kawan (awak media) tentunya saya tidak bisa melaksanakan tugas saya sebagai Menteri KKP dengan baik, ucap Susi.

AYO BACA : Menteri Susi Dorong Instansi Pemerintah Jauhi Plastik Sekali Pakai

Sebelumnya, saat menggelar rapat kerja di Komisi IV DPR RI, Senin siang, Menteri Susi juga meminta maaf bila selama ini ada tindakannya yang tidak berkenan.

Menteri Susi meminta maaf bila sekiranya dia pernah bersikap keras kepala, tetapi dirinya meyakini bahwa berbagai hal tersebut bertujuan untuk kebaikan bangsa Indonesia.

Dia juga berseloroh meski dikenal sebagai tukang nembakin kapal, tetapi kebijakan itu merupakam amanah dan bukannya karena ambisi pribadi. Dengan kerendahan hati, saya memohon maaf, ucapnya.

Susi Pudjiastuti juga mengemukakan bahwa dia berbuat semampunya dengan mengandalkan segala intuisi sebagai pejabat negara, dan misalkan ada kekurangan, dirinya menyatakan hanya manusia biasa.

AYO BACA : Menteri Susi: 2030 Sampah Lebih Banyak dari Ikan

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers