web analytics
  

Pemerkosaan Gadis Badui Dinilai Efek Pornografi

Minggu, 8 September 2019 16:27 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Nasional, Pemerkosaan Gadis Badui Dinilai Efek Pornografi, pemerkosaan gadis badui, pemerkosaan badui, pembunuhan badui,

Ilustrasi.

LEBAK, AYOBANDUNG.COM -- Kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang gadis Badui dinilai buntut atau efek dari pornografi.

Hal itu dikatakan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung Kabupaten Lebak Mochamad Husen. Ia menilai, pornografi yang mudah diakses melalui jaringan internet juga dikonsumsi oleh para pelaku.

"Kami yakin ketiga pelaku itu sering mengakses pornografi, namun lemah pengawasan keluarga," kata Husen saat dihubungi di Lebak, Banten, Minggu (8/9/2019).

Menurut dia, perilaku seks pelaku tersebut begitu besar terinspirasi pornografi, karena gadis Badui itu sudah meninggal dunia, namun mereka melakukan pemerkosaan secara bergiliran.

AYO BACA : Polisi Selidiki Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Gadis Baduy

"Kejadian tersebut tentu sangat biadab," katanya.

Ketiga pelaku itu masih usia remaja, bahkan satu pelaku di antaranya masih anak-anak dan pelajar kelas 2 di SMA Kecamatan Leuwidamar.

Ia mengatakan pornografi  dapat menghancurkan moral karena dapat mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan pidana asusila.

Apalagi, pengawasan dari masyarakat, orang tua, dan pemilik internet relatif lemah sehingga berpeluang anak melakukan perbuatan asusila.

AYO BACA : Saut Situmorang Sarankan Jokowi yang Pilih Pimpinan KPK

Menurut dia, peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan gadis Badui akibat dampak mudahnya akses pornografi melalui internet.

Selain itu, lingkungan dan keluarga "broken home" juga dapat mempengaruhi karakter anak.

"Meskipun pemerintah sudah bekerja keras memblokir konten pornografi, mereka bisa mengakses melalui facebook, instagram, twitter, dan youtube," katanya.

Oleh karena itu, seluruh komponan masyarakat, terutama orang tua dapat mengawasi dan mengontrol perilaku anak agar tidak menyimpang yang bisa membahayakan orang lain.

"Kami berharap orang tua selalu mengawasi dan membekali anak-anak mereka dengan pendidikan agama agar terhindar dari kejahatan seks," katanya.

AYO BACA : Wagub Jabar Kutuk Pembunuh Santri Kuningan

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers