web analytics
  

Krisis Air, Perawat KBB Salurkan Bantuan Air Bersih

Sabtu, 7 September 2019 20:57 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Krisis Air, Perawat KBB Salurkan Bantuan Air Bersih, Krisis air bersih,kbb,perawat kbb,musim kemarau,cikalongwetan,ngamprah

Pemberian bantuan di Kampung Babakan Garut RW 10, Kampung Cinangela RW 8, Desa Mekarsari, Ngamprah, Sabtu (7/9/2019).(Tri Junari/ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI Kabupaten Bandung Barat menyalurkan bantuan air bersih pada warga terdampak krisis kemarau panjang di daerah itu.

Sebanyak 100.000 liter air bersih didistribusikan ke beberapa titik seperti di Kecamatan Cikalongwetan, Ngamprah, dan Batujajar. 

Ketua DPD PPNI, KBB, Aditya Duta Tirani mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman, BPBD KBB, DPC Gerakan Antinarkotika Nasional (Granat) KBB, dan anggota DPRD KBB dari Fraksi PKB menggalang bantuan ini.

"Berdasarkan data sudah banyak warga krisis air, kondisi ini sudah berlangsung sejak tiga minggu terakhir," ungkap dia saat pemberian bantuan di Kampung Babakan Garut RW 10, Kampung Cinangela RW 8, Desa Mekarsari, Ngamprah, Sabtu (7/9/2019).

Warga mengaku sumurnya sudah tidak mengeluarkan air selama musim kemarau, sehingga mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bagi keperluan memasak, minum, atau mandi. 

"Sumur di rumah sudah tidak pernah ditimba karena airnya gak ada. Saya biasa beli air Rp5.000/galon dan sehari bisa sampe abis empat galon untuk mandi, minum, dan masak. Jadi lumayan juga kalau sehari ngeluarin uang Rp20.000 untuk beli air aja," keluh salah seorang warga Cikawati, Nani Suryani (38).

Warga lainnya Surahmat (47) mengaku wilayahnya termasuk dataran tinggi sehingga ketika musim kemarau banyak sumur warga yang kering. 

Bahkan ada warga yang membuat sumur bor sedalam 50 meter dan menghabiskan biaya Rp16 juta, tapi tetap air tidak keluar. 

"Setiap tahunnya selalu seperti ini (krisis air). Tahun lalu kemarau sampai sembilan bulan, enggak tahu tahun ini. Makanya warga ada yang ambil air dari sawah atau membeli air galon," terangnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers