web analytics
  

Kedaulatan Pangan Bisa Dicapai Lewat Holding BUMN

Kamis, 5 September 2019 07:48 WIB Hendy Dinata
Umum - Nasional, Kedaulatan Pangan Bisa Dicapai Lewat Holding BUMN, pangan berbahaya, makanan berformalin di jakarta, makanan berbahaya di jakarta, makanan sehat pasar benhil

Ilustrasi (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pembentukan holding BUMN khusus pangan merupakan hal mendesak yang harus menjadi perhatian pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024.

Masalah pangan ini tak hanya menjadi persoalan ekonomi yang muncul setiap tahun, bahkan acap kali menjadi isu politik di masyarakat.

"Ketika ada masalah kelangkaan pangan, pemerintah kesulitan menugaskan BUMN karena sudah diambil alih oleh swasta atau asing. Kewenangan yang diberikan ke BUMN pun bersifat terbatas," kata Dirut PT Berdikari, Eko Taufik Wibowo, Rabu (4/9/2019) di Jakarta.

Menurut Eko, dengan pembentukan holding BUMN pangan, pemerintah akan lebih bisa menjamin ketersediaan berbagai komoditas pangan untuk rakyatnya.

Dengan menggabungkan beberapa BUMN yang selama ini bertugas memasok pasar dengan beragam komoditas pangan, Eko yakin rantai pasok mulai dari hulu hingga ke hilir akan lebih bisa diandalkan.

Sehari sebelumnya, dalam acara Focus Group Discussin (FGD) yang diselenggarakan Masyarakat Profesional untuk Demokrasi (MPD), guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso menyajikan berbagai data yang menunjukan masalah pangan ini memang merupakan hal yang krusial.

Data yang disampaikan kementrian pun sering berbeda dengan data yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) atau data hasil citra satelit.

"Data produksi padi, misalnya, bisa ada gap lebar antara BPS atau citra satelit dengan data kementrian," papar Andreas.

Menurut Andreas, sepanjang 2004-2014, terdapat berbagai program pemerintah seperti subsidi benih dan pupuk, selain program swasembada beras, jagung, kedelai, dan gula.

Namun, pada saat yang sama, anggaran untuk pertanian dan pangan pun meningkat sebesar 611%. Meski anggaran meningkat, jumlah rumah tangga petani justru menurun. Ini terjadi karena impor pangan juga meningkat, sehingga tidak menguntungkan petani.

Impor pangan, terutama pada delapan jenis komoditas (beras, jagung, gandum, kedelai, gula, tebu, ubi kayu, bawang putih, dan kacang tanah), bahkan sudah mencapai 27,62 juta ton pada 2018.

"Kalau ditambah garam sebesar 3 juta ton maka total impor pangan kita sudah mencapai 30 juta ton. Jika ini dibagi 20% saja untuk BUMN, maka kinerja BUMN kita akan sehat," ujar Andreas.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 08:20 WIB

Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan

Umum - Nasional, Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan, pengertian PPPK,perbedaan PPPK dengan CPNS,CPNS,pengertian sekolah kedinasan,pppk

Irfan dan Jennifer Bachdim Sambut Kelahiran Anak Ketiga

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 05:47 WIB

Kabar bahagia datang dari pasangan Irfan Bachdim dan Jennifer Bachdim. Keduanya baru saja menyambut kehadiran anak ketig...

Umum - Nasional, Irfan dan Jennifer Bachdim Sambut Kelahiran Anak Ketiga, Irfan Bachdim,Jennifer Bachdim,Kiyoji Kaynen Bachdim,anak ketiga Jennifer Bachdim

Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 05:20 WIB

Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka

Umum - Nasional, Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka, Penembakan Laskar FPI,laskar FPI tersangka,Laskar FPI ditembak mati polisi,Laskar FPI Ditembak Polisi

Polri: 22 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Timur

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 19:44 WIB

Kepala Biro Penerangan masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri,  Brigjen Rusdi Hartono mengugkapkan sudah 22 terduga...

Umum - Nasional, Polri: 22 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Timur, Polri,Teroris di Jawa Timur,Densus 88 Antiteror

Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 18:08 WIB

Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara

Umum - Nasional, Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara, fetish kain jarik,gilang fetish kain jarik,vonis gilang fetish kain jarik,gilang

Dugaan Suap Pajak di DJP, Sri Mulyani: Bentuk Pengkhianatan

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 16:57 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan adanya dugaan kasus suap pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Paj...

Umum - Nasional, Dugaan Suap Pajak di DJP, Sri Mulyani: Bentuk Pengkhianatan, Korupsi DJP,Suap Pajak DJP,menteri keuangan,Sri Mulyani,Suap Ditjen Pajak

Iskak dan Ateng ialah Yin dan Yang dalam Dunia Pelawak

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 16:10 WIB

Mereka sempat tergabung dalam grup lawak Kwartet Jaya bersama Bing Slamet dan Eddy Sud.

Umum - Nasional, Iskak dan Ateng ialah Yin dan Yang dalam Dunia Pelawak, Ateng,Iskak,Pelawak,Sejarah Hari Ini,3 Maret,humor,Guyonan,Indonesia,Lagi-Lagi Ateng

Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 15:13 WIB

Pemblokiran ini dilakukan atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Umum - Nasional, Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video, Kominfo blokir Snack Video,Snack Video diblokir,Snack Video,Kominfo
dewanpers