web analytics
  

Jokowi Sesalkan Sepinya Investasi Cina dan Jepang di Indonesia

Kamis, 5 September 2019 07:34 WIB
Umum - Nasional, Jokowi Sesalkan Sepinya Investasi Cina dan Jepang di Indonesia, Jokowi, presiden, Sepi, Investasi, Cina, Jepang, Indonesia,

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM— Presiden Jokowi menyesalkan sepinya minat investasi asing ke dalam negeri, terutama Cina dan Jepang. Karena itu, Jokowi meminta menteri-menteri ekonomi di kabinetnya kembali menyisir hambatan investasi di Indonesia.

Mengutip laporan Bank Dunia, Jokowi menyebut bahwa Indonesia tak dilirik perusahaan-perusahaan Cina yang mau merelokasi atau membuka pabrik baru di luar negaranya.

Menurut data teranyar pada 2019 ini, dari 33 perusahaan asal Cina yang berekspansi, 23 di antaranya memilih Vietnam sebagai lokasi pabrik baru dan 10 perusahaan lain memilih membuka pabrik di Malaysia, Thailand, dan Kamboja. 

"Enggak ada yang ke kita. Tolong ini digarisbawahi. Hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (4/9/2019). 

AYO BACA : Presiden Jokowi Minta Insentif Pajak Lebih

Usut punya usut, kata Jokowi, ganjalan mendasar terkait tidak diliriknya Indonesia oleh investor asal Cina adalah lamanya proses perizinan.

Di Vietnam, ujarnya, hanya butuh dua bulan untuk mengurus perizinan pembukaan pabrik baru. Sementara di Indonesia, Jokowi menyebut butuh berbulan-bulan lamanya bagi perusahaan yang ingin berekspansi ke sini. 

"Penyebabnya hanya itu. Enggak ada yang lain. Oleh karena itu saya suruh kumpulkan regulasi-regulasi itu ya itu larinya nanti ke sana," jelas Presiden.

Insiden tidak lakunya Indonesia di mata investor juga terjadi saat 73 perusahaan akan membuka pabrik baru di luar negeri pada 2017 lalu.

AYO BACA : DPR: Jangan Sampai Pemindahan Ibu Kota Hanya Keinginan Presiden

Jokowi menyebut, sebanyak 43 perusahaan di antaranya memutuskan mengembangkan usaha di Vietnam, 11 perusahaan memilih Thailand, 10 perusahaan ke Indonesia, dan sisanya ke Filipina. 

"Sekali lagi masalah itu ada di internal kita sendiri. Agar kunci kita keluar dari perlambatan ekonomi global itu ada di situ. Dan kemungkinan bisa memayungi kita dari kemungkinan resesi global yang semakin besar juga ada di situ," jelas Presiden. 

Jokowi sengaja mengangkat isu sepinya investasi di Tanah Air untuk mengingatkan menteri-menterinya terhadap risiko terjadinya resesi ekonomi. Kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global memang semakin nyata akibat lesunya ekonomi dunia yang masih saja terjadi. 

Jokowi mengatakan, pemerintah mau tak mau harus menyiapkan bantalan agar resesi tidak merembet ke Indonesia.

Baginya, salah satu jurus paling ampuh untuk mencegah resesi adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan cara memperderas aliran modal asing. 

"Kita berharap perlambatan pertumbuhan ekonomi kemudian dampak dari resesi semakin besar ini bisa kita hindarkan," katanya.

AYO BACA : Ini 10 Nama Capim KPK yang Diserahkan ke Presiden Jokowi

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers