web analytics
  

Kemenristekdikti Gandeng Unjani Tingkatkan Kualitas Penelitian

Selasa, 3 September 2019 20:04 WIB Tri Junari

Pihak Kemenristekdikti dan Unjani. (Tri Junari/Ayobandung.com)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) menggandeng Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) menggelar Workshop peningkatan kapasitas pembinaan penelitian kepada  reviewer proposal penelitian dari perguruan tinggi klaster madya di lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah IV.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Mustangimah memaparkan, workshop hasil kolaborasi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti menggandeng Unjani dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV.

Secara umum tujuan digelarnya workshop untuk meningkatkan objektivitas dan konsistensi reviewer penelitian dalam mengevaluasi kesesuaian target dan luaran penelitian yang dilakukan sesuai panduan penelitian edisi XII Revisi.

"Workshop ini upaya kami menyikapi revitalisasi reviewer dalam menilai kelayakan proposal penelitian baik secara substansi maupun secara anggarannya. Reviewer juga harus memastikan luaran hasil penelitian sesuai kebijakan Rencana Induk Riset Nasional," ungkap dia di sela acara, Selasa (3/9/2019).

AYO BACA : Lulusan Kedokteran Unjani Ini Pilih jadi Tukang Boneka

Peserta terdiri dari 79 reviewer penelitian nasional yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah IV seperti ISBI, Poltek Manufaktur, Poltek Negeri Bandung, STIE Ekuitas, Universitas Advent, STT garut, Uninus, Unjani, Unikom, Universitas Muhamadiyah Sukabumi, Sangga Buana, Universitas Serang Raya dan Universitas Siliwangi.

"Yang mengajukan proposal penelitian tahun ini ada sekitar 26 ribu lebih, sementara yang didanai sekitar 17 ribu. Untuk itu kemampuan reviewer menilai harus objektivitas dan konsisten melakukan penilaian hasil penelitian," jelasnya 

Salah satu narasumber yang juga Reviewer senior, Saryono mengatakan, reviewer harus memahami bahwa kriteria penilaian penelitian merujuk pada Rencana Induk Riset Nasional. 

Ada 10 bidang fokus yang menjadi arah penelitian dosen dalam membuat penelitian yang menghasilkan luaran atau output berdampak secara akademis dan sosial ekonomi sehingga perguruan tinggi memberi kontribusi pembangunan negara dari hasil teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan sendiri.

AYO BACA : Mahasiswa Unjani Siap Pecahkan Rekor Muri Lewat Bungkus Kopi

"Reviewer ini ibarat wasit yang menentukan hasil penelitian ini sesuai atau tidak terhadap kualitas yang diinginkan pemerintah dalam pengembangan teknologi ilmu pengetahuan Indonesia. Jika reviewer ini tidak berkualitas maka luaran penelitian yang didanai pemerintah ini juga tidak berkualitas," paparnya.

Ditempat sama, Rektor Unjani Mayjen (Purn) Witjaksono menyatakan, dengan workshop reviewer ini Unjani berharap kedepan penelitian jangan hanya sampai publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional, riset juga menjadi aktifitas inovasi dan kekayaan hak intelektual dalam pembangunan negara.

Rektor juga berterimakasih kepada Ditjen Kemenristekdikti yang telah memberikan kepercayaan kepada Unjani untuk melakukan kegiatan ini. 

Untuk itu, pihaknya akan mendorong peneliti yang ada di Unjani dengan memberikesempatan kepada mahasiswa yang menjalani PKM dan pimnas bisa menang ditingkat nasional.

"Artinya dosennya juga akan terlibat di situ, berikutnya saya dorong mereka untuk berlomba-lomba mengambil gelar doktoral," tambahnya.

AYO BACA : Pasang CCTV di Dekat Kampus, Unjani Ajak Warga Buang Sampah pada Tempatnya

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers