web analytics
  

Dihormati, Keluarga Gus Dur Diminta Datang ke Papua

Selasa, 3 September 2019 10:24 WIB

Puteri Presiden keempat Abdulrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, meninggalkan ruangan usai menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Koordinator Jaringan Damai Papua Adriana Elisabeth mengatakan, sosok Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masih sangat berpengaruh untuk masyarakat Papua. Menurutnya, orang-orang Papua masih menghormati sosok yang akrab disapa Gus Dur itu.

"Ini kan konflik panjang, itu bisa kemudian meminta keluarganya Gus Dur, bagaimana pun sosok Presiden Abdurrahman Wahid kan dihormati di sana ya, berbeda lah konteksnya dengan waktu itu, dan sampai sekarang masih sangat di-respect, dihormati," ujar Adriana saat dihubungi Republika, Senin (2/9/2019) malam.

Adriana menambahkan, siapa pun anggota keluarga Gus Dur dianggap dapat menyelesaikan konflik. Kendati tak dapat mencegah demonstrasi tetapi pendekatan melalui budaya penting untuk menyelesaikan persoalan jangka panjang di Papua.

Ia mengatakan, keluarga Gus Dur sangat dihormati oleh masyarakat Papua.

AYO BACA : Polisi Tahan Tersangka Kasus Ujaran Rasial di Asrama Papua

Keluarga Gus Dur bisa datang ke Papua menemui perwakilan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan di sana.

"Yang lebih dominan misalnya Mba Yenny Wahid, ya siapa saja jadi memang orang Papua sangat hormat dengan sosok-sosok tertentu. Bisa mereka datang ikut membantu untuk selanjutnya ya baik menurut saya," kata Adriana.

Di sisi lain, menurutnya, Presiden Joko Widodo tak perlu datang ke Papua yang hanya dinilai sebagai langkah seremonial. Sebab, permasalahan di Papua harus diselesaikan dari akarnya, sebaiknya pemerintah menggunakan cara lain.

Misalnya saja, Menteri Dalam Negeri dapat memerintahkan kepala daerah untuk tidak keluar dari wilayahnya. Para kepala daerah itu harus bertanggung jawab menjaga keamanan di Papua dan Papua Barat.

AYO BACA : Keluarga Gusdur Diminta Redakan Situasi Papua

"Itu harus begitu kepala daerah harus bertanggung jawab terhadap pengamanan wilayahnya, masa masyarakatnya kebingungan pemimpinnya enggak ada. Lebih baik itu yang ditegaskan untuk benar-benar berfungsi," jelas Adriana.

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah telah mengirimkan aparat kemanan. Ia meminta agar aparat tidak represif. Pemerintah harus memastikan tidak ada provokasi yang menyulut masyarakat Papua untuk demontrasi menyusul perusakan beberapa bangunan.

Putri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid, pernah mengingatkan kembali kedekatan Gus Dur dengan warga Papua. Dengan begitu, ia berharap berbagai macam kesalahpahaman terkait dengan insiden di Surabaya dan Malang bisa disudahi.

"Kami datang ke sini dari berbagai suku, latar belakang agama, berziarah ke makam Gus Dur. Salah satunya saya sengaja mengajak teman-teman mahasiswa Papua di Jawa Timur," kata Yenny saat ziarah di makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/8).

Saat menjabat presiden, adalah Gus Dur yang "mengembalikan" nama Papua kepada wilayah yang sebelumnya dinamakan Irian Jaya. Menurut Yenny Wahid, "Hal ini juga memberikan pesan kepada seluruh warga terutama khususnya warga Papua di tanah Papua, bahwa kami ingin ingatkan tanah Jawa ini ada tokoh yang dekat dengan Papua, yakni Gus Dur."

AYO BACA : Begini Saran Anak Gus Dur untuk Penyelesaian Konflik di Papua

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers