web analytics
  

Begini Saran Anak Gus Dur untuk Penyelesaian Konflik di Papua

Selasa, 3 September 2019 09:40 WIB

Puteri mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid (kiri) bersama sejumlah mahasiswa asal Papua menyanyikan lagu Indonesia Raya saat ziarah ke makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019). (ANTARA FOTO/Syaiful Arif/nz)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Anak mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, memiliki saran untuk menyelesaikan konflik di Papua. Ia menekankan dikedepankannya proses dialog yang tulus dan terbuka di bumi Cenderawasih tersebut.

"Pertama, meredam eskalasi ketegangan dengan memakai pendekatan persuasif," ujar Yenny ketika dihubungi melalui pesan singkat oleh Republika.co.id, Senin (2/9/2019).

AYO BACA : Polisi Tahan Tersangka Kasus Ujaran Rasial di Asrama Papua

Pendekatan persuasif itu, kata dia, di antaranya dengan memproses secara hukum kasus ujaran rasial yang menjadi pemicu konflik.

Para pelaku anarki yang menghancurkan objek bangunan, toko, dan lainnya juga ia sebut harus diproses secara hukum.

AYO BACA : Istri Gus Dur Risau dengan Situasi Kenegaraan Saat Ini

"Kedua, memulihkan situasi keamanan dan melakukan rekonstruksi objek-objek yang hancur, serta menjamin pasokan makanan dan barang-barang vital lainnya," kata dia.

Ia menyebutkan, menyediakan fasilitas dialog yang tulus dan terbuka juga perlu dilakukan. Dialog seperti itu perlu dilakukan baik antarsesama warga Papua, antara warga Papua dan non-Papua, maupun antarsektoral di Papua.

Yenny pun menyarankan membuat rencana aksi jangka menengah dan panjang untuk mengatasi masalah secara komprehensif. Beberapa di antaranya yaitu mengatasi berbagai macam kesenjangan ekonomi dan sosial, mempercepat pembangunan di daerah-daerah terpencil, dan memberikan pelayanan yang baik kepada warga didaerah terpencil.

"Layanan kesehatan, pendidikan, listrik dan lain-lain untuk mempersempit kesenjangan," jelasnya.

Para tokoh agama perlu dilibatkan dalam proses dialog tersebut. Selain itu, Yenny menuturkan, dalam menangani permasalahan di Papua, pendekatan berbasis kemanusiaan harus berada di atas pendekatan keamanan.

AYO BACA : Keluarga Gusdur Diminta Redakan Situasi Papua

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers