web analytics
  

Perpindahan Ibu Kota, Kemenkominfo Bangun Jaringan Baru

Senin, 2 September 2019 08:43 WIB

Proyek Palapa Ring pemerintah Indonesia. (kominfo.go.id)

NUNUKAN, AYOBANDUNG.COM—Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pihaknya sedang membangun jaringan Kalimantan Ring sebagai upaya persiapan pemindahan ibu kota. Sebelumnya, Kominfo telah meluncurkan program Palapa Ring di wilayah Barat, Tengah, dan Timur.

"Pemikiran digital salah satunya disiapkan untuk perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Pemerintah Kemenkominfo beserta teman-teman operator sedang merancang jaringan yang baru di Kalimantan," ujar Rudiantara usai meresmikan siaran digital di Nunukan, Sabtu (31/8/2019).

Ia mengatakan, saat ini masyarakat Nunukan apabila ingin mengakses internet internasional traffic datanya harus dibawa ke Jakarta, Singapura, atau wilayah lainnya.

AYO BACA : 5 Fitur Agar Anak Aman “Internetan” di Ponsel

Namun, dengan Kalimantan Ring, jaringan internet nantinya tak kalah andal dengan Jakarta.

"Kalimantan Ring di Indonesia, meningkatkan keandalan internet di Kalimantan," tutur Rudiantara.

Ia menuturkan, sebelum aparatur sipil negara maupun sumber daya manusia yang akan pindah ke ibu kota baru, Kemenkominfo terlebih dahulu menyiapkan fasilitas jaringan.

AYO BACA : Internet Berperan Pengaruhi Anak Konsumsi Narkoba

Ia menyebut kemungkinan dalam lima sampai 10 tahun mendatang Pulau Kalimantan akan memiliki gateway untuk traffic data sendiri.

Dengan begitu, hal ini akan mengurangi latency dan memberikan akses yang lebih cepat bagi ibu kota baru dan wilayah Kalimantan secara keseluruhan. Akan tetapi, Rudiantara belum menjelaskan detail rencana tersebut.

Ia mengatakan, koneksi Kalimantan Ring bakal memberikan akses internet semakin cepat untuk menopang layanan digital ibu kota baru. Kemugkinan, lokasi pembangunan Kalimantan Ring akan berpusat di pulau paling ujung seperti Nunukan.

"Ini sudah disiapkan, dilaporkan di rapat terbatas kabinet. Menjadikan Kalimantan itu kehandalannya tidak kurang dari seperti di Jakarta," imbuh Rudiantara.

AYO BACA : Tantangan Sekolah dan Peran Guru Bahasa di Era Pendidikan 4.0

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers