web analytics
  

Terjaring Razia, Pemotor Niat Beli SIM Anggota Polisi

Sabtu, 31 Agustus 2019 15:13 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Unik, Terjaring Razia, Pemotor Niat Beli SIM Anggota Polisi, Operasi Patuh Lodaya, SIM,  Polisi

Video viral pemotor yang tidak mengetahui jika mengemudi kendaraan bermotor harus memiliki SIM.

TASIK, AYOBANDUNG.COM -- Video pemotor yang terjaring Operasi Patuh Lodaya 2019 viral di media sosial dan aplikasi perpesanan di Tasikmalaya.

Dalam video itu tampak pemotor berjaket hitam dengan polosnya mengatakan tidak mengetahui jika naik motor harus memiliki SIM. Bahkan, saat salah satu anggota kepolisian mengeluarkan SIM miliknya, pria tersebut malah ingin membelinya.

Pemotor berjaket hitam yang berbicara dalam bahasa sunda itu mengaku baru delapan bulan menyicil sepeda motor. Saat mengambil motor dari diler, ia hanya dibekali STNK tanpa dijelaskanharus mempunyai SIM.

"SiM na dipeser we ku abi (SIM-nya saya beli saja Pak), " kata pemotor kepada salah satu anggota polisi. 

Dengan sabar, petugas kepolisian menjelaskan tata cara membuat SIM.

Selain itu, petugas juga mengedukasi tentang keharusan mempunyai SIM. Tidak hanya itu, petugas juga memberikan roti dan air mineral kepada pemotor yang terlihat kaget dan kebingungan tersebut.

Kejadian yang mengundang tawa itu terjadi saat Operasi Patuh Lodaya yang digelar Polsek Singaparna pada Jumat (30/8/2019) di jalan Sukasukur, Kecamatan Mangunreja. 

Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Rikky Aries Setiawan, membenarkan anggotanya yang berada dalam video viral tersebut. Selain meminta maaf, Rikky juga memastikan video itu sebagai bentuk spontanitas tanpa rekayasa.

"Kepolisian dalam bertindak ditekankan tetap mengedepankan sisi humanis karena polisi harus melindungi mengayomi dan melayani masyarakat. Kami mohon maaf adanya video viral ini, itu bentuk spontanitas saja, "ungkap Rikky di kantor halaman Bupati Tasikmalaya, Sabtu (31/08/19).

Sementara itu Kanit Lantas Polsek Singaparna Ipda Tono yang kebetulan tertangkap dalam video mengatakan kejadian itu terjadi di jalan Sukasukur. Pengendara motor bernama Kohir asal Kertaharja Kecamatan Taraju mengaku tidak mengetahui SIM.

"Benar pak pengendra ini tidak miliki SIM, walau penegakan hukum dilakukan tapi saya kedepankan juga sisi humanis saya kasih makanan minuman biar pemotor juga tidak kaget," papar Tono.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers