web analytics
  

AK Pilih Bakar Jasad Suami dan Anak Tirinya di Sukabumi karena Sepi

Kamis, 29 Agustus 2019 12:47 WIB Faqih Rohman Syafei

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Kamis (29/8/2019). (Faqih Rohman Syafei/ayobandung.com)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Jenazah Edi Chanda alias Pupung dan M Adi Pradana alias Dana sengaja dibuang dan dibakar oleh tersangka AK dan KV di Kampung Cipanengah Bondol, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Lokasi itu dipilih tersangka karena suasananya yang sepi.

"Yang diketahui, cuma itu saja jalannya karena mereka mencari tempat sepi, kira-kira disana tuh masih sepi Sukabumi kabupaten," ujar Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Kamis (29/8/2019).

Rudy menjelaskan, sebelumnya AK pernah berkunjung ke lokasi tersebut, dengan tujuan mengantar anak tirinya, Dana, ke salah satu pondok pesantren di daerah itu.  "Pernah mengantar Dana ke pesantren ke daerah sana dan tahu ini sepi," terangnya.

AYO BACA : Polda Jabar Limpahkan Kasus Mayat Hangus Sukabumi ke Polda Metro

Menurut Rudy, motif tersangka membunuh suami dan anak tirinya adalah karena terlilit utang ke beberapa bank dengan total sekitar Rp10 miliar. Perbedaan pendapat terkait penyelesaian hutang dengan suaminya, membuat AK mengambil keputusan untuk menghabisi suami dan anak tirinya. 

"Jumlah ini adalah yang terbesar atas nama AK dan suaminya. Dia berpikir dari pada rumahnya disita oleh bank, lebih baik untuk bayar hutang. Tapi almarhum tidak mau, ditambah ada ketidakharmonisan," jelasnya.

Pembunuhan tersebut, kata Rudy, direncanakan pada Kamis (22/8/2019). Eksekusi kemudian dilakukan pada Jumat (23/8/2019) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan memakai jasa empat orang pembunuh bayaran.

AYO BACA : Polda Metro Paparkan Kronologi Kasus Mayat Hangus di Sukabumi

"Yang terbunuh pertama kali adalah suaminya, pada tanggal 23 di Lebak Bulus, sedangkan anak tirinya tanggal 24 dini hari," katanya.

Setelah dieksekusi, pada Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 08.00 WIB jenazah Pupung dan Dana dibawa ke Sukabumi. Kemudian pada siang hari, kedua jenazah yang telah diletakan di dalam mobil itu lalu di bakar oleh KV.

Rudy menambahkan, penyelidikan kasus ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya, karena lokasi pembunuhan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan Sukabumi hanya tempat pembuangan dan pembakaran jenazah keduanya. 

"Jadi kami sepakat dengan Kejari dan Kejati ini akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya secepat mungkin," ungkap Rudy. 

AYO BACA : Dua 'Pembunuh Bayaran' Kasus Mayat Hangus Sukabumi Berhasil Dibekuk

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers