web analytics
  

Komunitas Warteg Nusantara Tolak Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Minggu, 25 Agustus 2019 15:55 WIB Fira Nursyabani

Logo Kowantara.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) menyatakan menolak wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Menurut komunitas ini, pemindahan ibu kota membutuhkan anggaran yang cukup besar, sementara situasi ekonomi negara belum stabil.

Ketua Kowantara, Mukroni, mengatakan ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan pemerintah, di antaranya daya beli masyarakat yang semakin turun dan naiknya harga bahan-bahan pokok.

"Pendapat usaha kecil semakin menurun terutama warung-warung makan kecil seperti warteg (warung Tegal) dan lainnya yang sepi dari pembeli karena daya beli masyarakat yang semakin sulit," ujar Mukroni, dalam pernyataan resmi yang diterima ayobandung.com, Sabtu (24/8/2019).

Menurut dia, kesempatan kerja juga semakin sempit akibat dari banyaknya perusahaan yang tutup. Hal tersebut kemudian mengakibatkan angka pengangguran semakin besar dan kemiskinan semakin meluas

"Masalah-masalah ekonomi tersebut yang wajib dijadikan prioritas utama pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya, bukan mewacanakan pemindahan ibu kota yang justru menambah masalah-masalah baru nantinya," tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta izin kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Hal itu disampaikan dalam penutupan Pidato Kenegaraan HUT RI-74 di Gedung MPR\DPR\DPD, Jakarta pada Jumat (16/8/2019).

Namun, pada kesempatan itu, Jokowi tidak menyebutkan secara spesifik provinsi atau kota mana yang akan dijadikan ibu kota baru tersebut. Ibu kota, kata dia, bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa.

Dia mengatakan pemindahan ibu kota tersebut dilakukan demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi. "Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya," ujar Jokowi.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers