web analytics
  

Petani Sayuran Mengeluhkan Harga Jual yang Anjlok

Rabu, 21 Agustus 2019 15:54 WIB Mildan Abdalloh
Umum - Regional, Petani Sayuran Mengeluhkan Harga Jual yang Anjlok, Petani, Sayuran, Harga Jual, Anjlok,

Ilustrasi—Esih (48) memanen tomat di Kampung Cikoneng Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung (8/7/2019). (Muhammad Amaludin)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM—Petani sayuran di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, mengeluhkan harga jual hasil pertanian yang menurun.

Dede, salah seorang petani asal Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, mengatakan, sejumlah komoditas sayuran saat ini mengalami penurunan harga yang signifikan.

Penurunan harga tersebut diakibatkan oleh produksi yang melimpah sehingga berpengaruh terhadap harga.

AYO BACA : Harga Cabai Makin 'Memanas'

"Saat musim kemarau seperti sekarang, pertanian sayuran menjadi terbatas. Banyak petani yang menanam jenis sayuran yang tidak membutuhkan air banyak," tutur Dede, Rabu (21/8/2019).

Karena banyak petani yang menanam sayuran sejenis, ketersediaan barang di pasaran jadi melimpah dan berpengaruh terhadap harga.

Dede mengungkapkan, seledri, tomat, dan bawang daun, menjadi jenis sayuran umum yang ditanam petani saat musim kemarau.

AYO BACA : Harga Kopi Melambung Tinggi, Petani Harus Waspada

Mulanya, petani tidak ingin merugi saat kemarau dengan cara menanam jenis sayuran yang tidak membutuhkan banyak air. Namun, langkah tersebut untuk musim ini justru keliru.

"Saat ini harga bawang daun, tomat, dan seledri berada di bawah BEP (break event point)," ungkapnya.

Dia mencontohkan, baik tomat, bawang daun, maupun seledri mempunyai BEP kisaran Rp3.000-Rp3.500 per kilogram. Jika harga jual dibawah kisaran tersebut, sudah dipastikan petani akan merugi.

"Sekarang, harganya dibawah BEP. Malah ada petani yang hanya menjual Rp1.000/kg. Jelas rugi besar," ucapnya.

Meski demikian, petani di Rancabali tetap memanen sebagian hasil pertaniannya. Hal tersebut dilakukan supaya mereka tidak rugi terlalu besar.

AYO BACA : Pengamat: Harga Mobil Listrik Harus Lebih Murah dari Mobil BBM

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers