web analytics
  
Banner Kemerdekaan

BPJS Kesehatan Nunggak, RSUD Cibabat Sempoyongan

Jumat, 16 Agustus 2019 20:44 WIB Tri Junari

Logo BPJS Kesehatan

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggak biaya klaim Rp36 miliar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat. Tunggakan itu berdampak pada biaya operasional hingga pihak rumah sakit berencana meminjam uang ke bank bjb.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat Reri Marlia mengungkapkan, klaim dari BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan itu untuk bulan Mei hingga Juli. Rincian pembayarannya mencapai Rp9-10 miliar per bulan.

"Baru dibayar sampai Bulan maret 2019. Tiga bulan terakhir, Mei, Juni, Juli belum dibayar oleh BPJS Kesehatan," terang Reri saat ditemui di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Jumat (16/8/2019).

Reri menjelaskan, tertunggaknya pembayaran berdampak banyak. Seperti pembayaran honor tambahan bagi para Tenaga Harian Lepas (THL) RSUD Cibabat mengalami keterlambatan.

AYO BACA : 37 Paskibraka Cimahi Dilatih Yon Armed IV/105 GS

"Kemarin sempat ada permasalahan jasa pelayanan untuk para tenaga kesehatan karena mereka belum mendapatkan hak," bebernya.

Kemudian, beber Reri, permasalahan itu juga meluas terhadap biaya pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP). Untuk itu, pihaknya terpaksa berhutang ke berbagai pihak. Jumlah hutang tersebut berkisar Rp22 miliar dan hingga sekarang belum dilunasi.

"Kita masih banyak hutang ke pabrik obatnya. Kita sekarang posisi mencapai Rp22 miliar untuk obat-obatan, alat kesehatan, dan PMKP," ungkap Reri.

Pihak RSUD Cibabat masih beruntung, sebab pihak penyedia obat, alat kesehatan, dan PMKP memberikan kelonggaran waktu pembayaran.

AYO BACA : Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan

"Untungnya mereka bisa pengertian, bisa ditunda pembayarannya sampai ada pembayaran dari BPJS," katanya.

Dikhawatirkan pembayaran dari BPJS Kesehatan belum terealisasi dalam waktu dekat, maka pihaknya tengah melakukan proses pinjaman ke bank bjb. Pembayaran pinjaman itu akan menjadi tanggung jawab dari BPJS Kesehatan.

"Lagi proses sekarang dengan bjb-BPJS Kesehatan melakukan pertemuan, agar cepat cair pinjaman," katanya.

Meski pembayaran dari BPJS Kesehatan tersendat, pihaknya menjamin pelayanan terhadap pasien akan tetap optimal, termasuk pelayanan terhadap pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.

"Pelayanan masih berjalan dengan baik, lancar," ucapnya.

AYO BACA : Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers