web analytics
  

Nokia Tunggu Pemerintah Tetapkan Frekuensi 5G

Kamis, 15 Agustus 2019 16:26 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Ilustrasi menara transmisi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Perusahaan telekomunikasi Nokia belum mendapatkan kepastian alokasi spektrum agar bisa mengimplementasikan jaringan 5G di Indonesia. Hal itu menjadi tantangan Nokia mengingat rencana peluncuran jaringan 5G ini sudah cukup lama.

"Kami terus berdiskusi dengan pemerintah tentang apa yang diperlukan untuk jaringan 5G," kata Kepala Nokia Indonesia KP Goh dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis.

AYO BACA : Nokia 2.2 Resmi Diluncurkan dengan Fitur Fotografi Low Light

Namun, Pemerintah Indonesia belum menetapkan frekuensi mana yang akan dialokasikan untuk jaringan seluler generasi terbaru 5G.

Nokia menilai, frekuensi yang ideal untuk jaringan 5G di Indonesia adalah 3,5GHz untuk middle band dan 28GHz untuk gelombang milimeter.

AYO BACA : Ponsel 'Google Assistant' Nokia 4.2 Resmi Melenggang di Indonesia, Berapa Harganya?

Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada April, menyatakan akan menetapkan frekuensi jaringan 5G setelah penetapan pita frekuensi 5G oleh organisasi komunikasi radio dunia dalam Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) pada Oktober 2019.

Kominfo berencana memanfaatkan frekuensi middle 3,5GHz yang sudah digunakan untuk satelit.

Jika 5G sudah diimplementasikan di Indonesia, jaringan tersebut akan lebih dulu digunakan oleh sektor industri dibandingkan penggunaan untuk perangkat seluler, sejalan dengan tren pemanfaatan jaringan 5G secara global.

Korea Selatan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan jaringan 5G untuk telepon seluler konsumen. Menurut Goh, sektor industri sedang menilai bagaimana perkembangan 5G untuk konsumen di Korea Selatan, baik secara teknis maupun dari segi bisnis.

AYO BACA : Ini Alasan Nokia Tunda Peluncuran 5G

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers