web analytics
  

Disfungsi Ereksi Pengaruhi Produktivitas Bekerja? Ini Kata Peneliti

Kamis, 8 Agustus 2019 14:09 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Disfungsi Ereksi Pengaruhi Produktivitas Bekerja? Ini Kata Peneliti, Disfungsi Ereksi, impotensi, pekerjaan, psikologi, ereksi, stres, Produktivitas, Bekerja, Penelitian,

Ilustrasi. (Karolina Grabowska/Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Sebuah studi gabungan dari San Diego, California, menemukan bahwa pria yang disfungsi ereksi cenderung kurang produktif di tempat kerja daripada mereka yang tidak. Penelitian ini dilakukan oleh perusahaan farmasi Pfizer, perusahaan riset kesehatan Kantar Health dan Rumah Sakit Alvarado.

Para peneliti melakukan penyelidikan global untuk menentukan bagaimana disfungsi ereksi berdampak pada produktivitas dan absensi seseorang dari pekerjaan. Studi yang diterbitkan pada The International Journal of Clinical Practice ini melibatkan 50.000 pria berusia antara 40 hingga 70 di Brasil, Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan AS.

AYO BACA : 12 Tanda Pria Sedang Depresi, dari Sakit Perut hingga Disfungsi Ereksi

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan dari Survei Kesehatan dan Kebugaran Nasional pada 2015 dan 2016.

Menurut temuan penelitian, sebanyak 24,8 persen pria dengan disfungsi ereksi melaporkan penurunan produktivitas kerja, dibandingkan dengan 11,2 persen pria yang tidak mengalami impotensi.

AYO BACA : Jarang Sikat Gigi Perbesar Risiko Impoten

Sementara itu, 28,6 persen pria dengan disfungsi ereksi melaporkan gangguan aktivitas umum. Sebagai perbandingan, hanya 3,5 persen pria yang tidak memiliki disfungsi ereksi melaporkan absen. Sepersepuluh lainnya mengaku, mereka terus bekerja ketika mereka tidak sehat.

"Studi ini menunjukkan bahwa disfungsi ereksi tetap menjadi perhatian umum, yang berdampak pada produktivitas kerja dan absensi," kata Direktur Pfizer dan rekan penulis penelitian Wing Yu Tang, dilansir Independent, Kamis (8/8/2019).

Dari delapan negara yang dinilai untuk penelitian ini, Italia dilaporkan memiliki tingkat disfungsi ereksi tertinggi yang memengaruhi lebih dari setengah populasi pria.

Menurut Asosiasi Ahli Bedah Urologi Inggris (BAUS), disfungsi ereksi memengaruhi antara 50 dan 55 persen pria berusia antara 40 dan 70 tahun. Disfungsi ereksi didefinisikan oleh BAUS sebagai ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk penetrasi dan untuk kepuasan kedua pasangan ketika berhubungan seksual.

AYO BACA : Beragam Obat Sederhana untuk Mengobati dan Mencegah Impotensi

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers