web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kasus Stunting Ditemukan di 10 Desa di Garut

Kamis, 8 Agustus 2019 11:31 WIB Fira Nursyabani

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman (kanan) berdialog dengan warga yang membawa anak saat kunjungan ke Puskesmas Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Dok. Diskominfo Garut)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan kasus stunting ditemukan tersebar di 10 desa. Kesepuluh desa tersebut yakni Desa Simpang di Kecamatan Cibalong, Desa Pasirlangu dan Jayamekar di Kecamatan Pakejeng, Desa Girimukti dan Karangsewu, Desa/Kecamatan Leuwigoong, Desa Lembang di Kecamatan Leles, Desa Padamukti di Kecamatan Sukaresmi, Desa Sukarasa di Kecamatan Malangbong, dan Desa Wanakerta di Kecamatan Cibatu.

Menurutnya, kasus tersebut terus bertambah setiap tahunnya sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menelusuri penyebabnya. "Anehnya tahun ini malah meningkat lagi, sedang dicari penyebab kenapa bisa naik lagi," kata Helmi, Rabu (7/8/2019).

AYO BACA : Sawah Alami Kekeringan Ekstrem, Petani Garut Terpaksa Nganggur

Ia menuturkan, sejak 2017 kasus stunting atau gagalnya pertumbuhan anak di 10 desa sudah mendapatkan penanganan serius dari pemerintah dengan menyiapkan asupan gizi bagi-anak-anak. Di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, kata dia, dilaporkan pada 2017 sebanyak 41 anak masuk kategori stunting, kemudian pada 2018 jumlahnya menurun menjadi 12 anak.

"Kami terus monitor perkembangan soal stunting ini, seperti di Desa Simpang terjadi penurunan," katanya.

AYO BACA : TNI AU Beri Hadiah Jembatan Gantung untuk Pelosok Garut

Namun hasil penelusuran pada 2019, kata Helmi, kasus stunting menjadi bertambah dari 12 anak menjadi 18 anak.

Desa Simpang tercatat memiliki 355 anak. Meski penderita stunting hanya sebagian kecil yakni 5,07 persen atau masih dalam batas normal, namun hal tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah untuk ditangani.

"Meski dalam batas normal, tapi tetap menjadi perhatian Pemkab Garut untuk ditangani," katanya.

Pemkab Garut, kata Helmi, terus melakukan upaya menekan angka kasus stunting pada anak karena jika dibiarkan khawatir mengganggu pertumbuhan otak anak. "Kami berikan asupan gizi agar anak tetap terpenuhi gizinya, program mengatasi kasus stunting ini akan terus dilakukan dengan keliling ke setiap desa," katanya.

AYO BACA : Demi Keluarga di Garut, Ajay Rela Berjualan Pernak-pernik Agustusan ke Cimahi

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers