web analytics
  

Penerimaan Pajak Jabar I Tumbuh Tipis di Tengah Melemahnya Ekonomi

Rabu, 7 Agustus 2019 17:25 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Umum - Regional, Penerimaan Pajak Jabar I Tumbuh Tipis di Tengah Melemahnya Ekonomi, Penerimaan, Pajak, Jabar I, Ekonomi,

Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I Neilmaldrin Noor. (Eneng Reni/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM—Penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Barat I per semester I/2019 tumbuh tipis, 3,04%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara rinci, realisasi penerimaan pajak per semester I/2019 ini mencapai Rp16,4 triliun atau 47,2% dari target tahun ini sebesar Rp34,797 triliun atau naik sebesar 22,74% dibandingkan target tahun 2018 (Rp28,3 triliun).

Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I Neilmaldrin Noor mengatakan, pencapaian ini patut disyukuri di tengah melemahnya perekonomian. Menurutnya, pencapaian 47 persen di semester pertama ini mampu melebihi pencapaian nasional yakni 45 persen.

AYO BACA : PBB dan BPTHB Jadi Mata Pajak Tertinggi di Semester Pertama 2019

"Sampai dengan Juli itu mencapai 47 persen dari target rencana kita. Jadi DJP Jabar 1 ini alhamdulillah di tengah melemahnya perekonomian yang belum recover lagi, kami masih bisa menumbuhkan penerimaan di Jabar ini sebesar 3,04 persen," ungkap Noor di Bandung, Rabu (7/8/2019).

Untuk mencapai sisa target tersebut, Kanwil DJP Jawa Barat I, kata Noor, akan terus memperluas basis pajak (tax base). Kanwil DJP Jawa Barat I pun akan terus melakukan sosialisasi kepada wajib pajak yang belum terdaftar. Langkah ini diharapkan untuk terus mendorong kesadaran wajib pajak.

AYO BACA : Pemerintah Buka Peluang Tax Amnesty Jilid II

"Nah, itu karena kita memperluas tax base, banyak wajib pajak baru yang membayar. Jadi, kami masih bisa menumbuhkan secara positif. Kami DJP Jabar 1 ini dengan pencapaian 47 persen ini kami masih bisa 2 persen di atas penerimaan nasional, kalau penerimaan nasional itu 45 persen," lanjutnya.

Selain itu, Noor mengaku, akan terus melakukan edukasi bagi wajib pajak yang sudah terdaftar, tetapi memiliki kesalahan perhitungan atau belum lengkapnya pengungkapan aset kena pajak.

"Jadi, memperluas tax base itu kami melakukan fungsi dimana wajib pajak yang belum terdaftar bisa punya kesadaran agar daftar. Sebaliknya, yang sudah terdaftar tapi masih salah menghitungnya atau masih belum semua dilaporkan akan kami edukasi agar sadar pajak," katanya.

Noor melihat potensi wajib pajak di wilayah Jabar 1 yang belum tersentuh sekitar 2 juta penduduk. Adapun, wajib pajak yang terdaftar saat ini baru mencapai 3 juta penduduk dari total penduduk Jawa Barat yang mencapai 26 juta.

"Target kita Rp34,797 triliun, jadi kurang lebih sekitar Rp16 triliun yang sudah terkumpul. Kita berusaha mudah-mudahan sinyal ekonominya membaik karena kita juga bergantung dengan aktivitas ekonomi. Makanya kami punya kebijakan terus memperluas tax base. Potensi di Jabar ini 26 juta penduduk, kalau di rata-rata satu keluarga itu empat orang, 26 bagi empat itu akan dapat sekitar 6 juta (penduduk) jadi sebetulnya masih kurang 2 juta (penduduk), kita akan tingkatkan lagi," ujarnya.

AYO BACA : Insan Media dan Kanwil DJP Jabar I Sinergi Publikasikan Informasi Perpajakan

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers