web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pilkada 2020, DPR Usulkan Simulasi Rekap Elektronik

Rabu, 7 Agustus 2019 14:13 WIB M. Naufal Hafizh

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron. (FOTO ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron mengusulkan adanya simulasi dan uji coba penggunaan rekap elektronik (e-rekap), sebelum benar-benar digunakan di Pemilihan Kepala Daerah 2020.

"Penggunaan rekap elektronik memungkinkan di Pilkada 2020, namun perlu dilakukan simulasi dan uji coba terlebih dahulu," kata Herman di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

AYO BACA : KPU Usul, Masa Kampanye Pilkada 2020 Jadi 71 Hari

Dia mengatakan, dari segi sistem pelaksanaannya, rekap elektronik memungkinkan dilaksanakan di Pilkada 2020.

Namun, menurut dia, perlu dilakukan simulasi dan uji coba terlebih dahulu sebelum dilaksanakan di Pilkada 2020.

AYO BACA : Soal Larang Eks Koruptor Maju Pilkada, DPR: Aturan Belum Memungkinkan

"Untuk itu perlu simulasi dan uji coba terlebih dahulu," ujarnya.

Dia menilai, dari sisi aturan hukum rekap elektronik tidak melanggar UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Menurut dia, dalam UU Pilkada, bukan saja rekap elektronik, pemilihan secara elektronik pun memungkinkan dilaksanakan.

"Namun, harus didukung sistem teknologi dan informasi yang aandal, aman, dan mendapat kepercayaan publik," katanya.

AYO BACA : KPU Ingin Pemerintah Tegaskan Mantan Koruptor Dilarang Ikuti Pilkada

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers