web analytics
  

LIPKHAS GEMPA: Menengok Rumah Ramah Gempa Desa Jayapura Tasikmalaya

Selasa, 6 Agustus 2019 13:08 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, LIPKHAS GEMPA: Menengok Rumah Ramah Gempa Desa Jayapura Tasikmalaya, gempa banten, potensi tsunami, gempa tasik, tagana tasik, bencana tasik, sesar garsela, mitigasi tasikmalaya, desa jayapura, rumah tahan gempa,

Kantor Desa Jayapura, Tasikmalaya, yang dibangun dengan konsep bangunan ramah gempa. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Desa Jayapura di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) Gempa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini didasarkan pada tingkat kerusakan bencana cukup tinggi bisa terjadi di Desa Jayapura berkaca pada peristiwa gempa bumi di Tasikmalaya tahun 2009 silam.

Akibat gempa yang berkekuatan magnitudo 7,3 di saat itu, 11.939 bangunan di Tasikmalaya mengalami rusak berat dan 30.995 bangunan lainnya rusak ringan. Tercatat juga sebanyak 1.254 korban luka dan lebih dari 9 jiwa meninggal. Dari jumlah total kerusakan akibat gempa itu, sekitar 60% terjadi di Desa Jayapura.

"Dari total kerusakan yang ada itu, sekitar 60% berada di desa kami. Waktu itu desa kami hancur mulai dari rumah warga, fasilitas Umum, fasilitas perkantoran," papar Kepala Desa Jayapura Suratman, ditemui ayotasik.com di kantornya, Selasa (6/8/2019).

Berkaca dari banyaknya kerusakan akibat gempa itu, pemerintah desa berupaya terus melakukan pembenahan. Mulai dari pembenahan kesadaran masyarakat tentang kesiap siagaan bencana, menyediakan fasilitas penunjang pasca terjadinya bencana, membentuk relawan-relawan tanggap bencana, serta membangun bangunan yang ramah bencana gempa.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: BPBD Tasikmalaya Bentuk 50 Relawan Siaga Bencana Tiap Desa

Selain itu, bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya serta BNPB dan instansi lain, pemerintah desa terus menggelar sosialisasi dan pelatihan kepada warga tentang kebencanaan. Secara garis besar pelatihan itu menjelaskan bagaimana cara menghadapi bencana dan langkah yang harus dilakukan pasca terjadinya bencana alias mitigasi kebencanaan.

"Desa kami itu, ternyata berada di jalur patahan. Kalau ada gempa di wilayah lain, efeknya sangat terasa di kami. Terlebih kami berada di dataran tinggi, " tambah Suratman.

Mitigasi bencana juga sudah dibuat oleh pemerintah desa. Seperti penentuan titik lokasi pengungsian dan evakuasi atau tempat berkumpul di saat terjadinya gempa. Tempat evakuasi itu berada di area lapangan yang jauh dari bangunan.

"Kita juga siapkan relawan, tempat tempat berkumpul warga jika terjadi gempa. Kami juga bentuk relawan bencana dari berbagai unsur, mulai aparatur desa, organisasi kepemudaan, dan tokoh masyarakat," ungkap Suratman.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: BPBD Tasikmalaya Sosialisasikan Destana Tsunami

Rumah Tahan Gempa Desa Jayapura

Bukan hanya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), lanjut Suratman, pihaknya juga mengeluarkan imbauan kepada warga untuk mengikuti arahan BPBD di antaranya dengan mengganti atau membangun rumah pada umumnya menjadi rumah yang ramah terhadap gempa.

Setidaknya hal itu sudah dibuktikan dengan pembangunan Kantor Desa Jayapura, pasca rusak diterjang bencana gempa, pembangunannya menggunakan konsep ramah gempa dengan menggunakan bahan bambu dan kayu.

"Dindingnya itu dari bambu yang dianyam, terus ditutupi pakai semen. Pondasi juga pakai kayu dan bambu termasuk atap yang digunakan bukan genteng tapi hateup kalau Bahasa Sunda mah," tambah Suratman.

Imbauan itu pun diikuti oleh warga. Warga memilih konsep ramah gempa saat membangun rumah. Selain itu, warga juga tidak membangun rumah secara bertingkat guna meminimalisir resiko besar di saat gempa terjadi.

"Khusus masyarakat desa, mereka justru membangun rumah itu yang ramah gempa. Terus tidak bertingkat-tingkat," ujar Suratman.

Dengan berbagai upaya itu, saat ini tingkat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa cukup tinggi. Di saat terasa getaran gempa, mereka langsung berhamburan keluar rumah lalu menuju titik kumpul warga yang sudah ditentukan dalam mitigasi bencana.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Antisipasi Gempa, Tagana Tasikmalaya Bentuk SSB dan KSB

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers