web analytics
  

Dari 40 Orang, 27 Capim KPK Telah Sampaikan LHKPN

Selasa, 6 Agustus 2019 02:00 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Nasional, Dari 40 Orang, 27 Capim KPK Telah Sampaikan LHKPN, capim kpk, tes psikologi, psikotes, LHKPN,

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Senin (5/8/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa sebanyak 27 dari 40 calon pimpinan KPK yang lolos tes psikologi telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Kalau dilihat dari data yang sudah melaporkan kekayaannya ada 27 orang. Total tidak lapor atau tidak tercatat 13 orang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Febri merinci data jumlah pelaporan harta kekayaan dari 27 calon pimpinan KPK itu, yakni yang satu kali melaporkan harta kekayaannya tiga orang, dua kali melaporkan enam orang, tiga kali melaporkan tujuh orang, dan empat kali melaporkan enam orang.

AYO BACA : Hasil Tak Sesuai Ekspektasi, Tes Psikologi Capim KPK Dinilai Sudah Profesional

Selanjutnya, lima kali melaporkan sebanyak dua orang dan enam kali melaporkan tiga orang.

Febri menyatakan, dari 40 calon pimpinan KPK tersebut masih terdapat penyelenggara negara yang belum pernah menyampaikan LHKPN.

"Terdapat sejumlah penyelenggara negara yang pernah melapor, namun tidak mematuhi aturan pelaporan periodik setiap tahun, khususnya tahun 2019. Baik yang tidak lapor periodik ataupun terlambat dari waktu seharusnya. Waktu pelaporan periodik setiap tahun adalah dari 1 Januari sampai 31 Maret tahun berikutnya," tuturnya.

AYO BACA : KPK Bantu Panitia Seleksi Telusuri Rekam Jejak Calon Pimpinan

Selain itu, Febri juga merinci sebaran kekayaan dari 40 calon pimpinan KPK yang telah lolos tes psikologi tersebut.

"Yang terbanyak adalah dari Rp1 miliar sampai dengan Rp10 miliar. Jadi, lebih dari 80 persen calon pimpinan KPK itu sebaran kekayaannya Rp1 miliar sampai dengan Rp10 miliar atau 22 orang. Kekayaan yang paling kecil yang tercatat di laporan kami adalah Rp43 juta dan yang terbesar adalah Rp19,6 miliar," ungkap Febri.

Ia juga menyatakan terdapat satu calon pimpinan KPK yang salah memasukkan data sehingga harta kekayaannya tercantum lebih dari Rp1 triliun.

"Ada satu calon yang kami lihat dari pelaporan yang di-input oleh calon tersebut ketika menjadi penyelenggara negara itu kekayaannya lebih dari Rp1 triliun. Kami duga ini diakibatkan kesalahan 'input' dari yang bersangkutan terkait dengan harga dan kepemilikan tanah," tuturnya.

KPK, kata dia, sebelumnya juga sudah melakukan klarifikasi dan mengirimkan pertanyaan-pertanyaan kepada yang bersangkutan soal kesalahan data tersebut.

"Tetapi karena belum ada respons maka masih tercatat senilai itu. Saya kira jika calon tersebut masih ingin melakukan perbaikan dan pengecekan lagi, itu sangat memungkinkan pada mekanisme LHKPN secara elektronik yang ada saat ini karena itu bagian dari proses klarifikasi," ungkap Febri.

AYO BACA : KPK Geledah Ruang Kerja Direktur Keuangan Angkasa Pura II

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers