web analytics
  

Status Gunung Tangkuban Parahu Naik Jadi Waspada

Jumat, 2 Agustus 2019 09:35 WIB Nur Khansa Ranawati

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, dalam konferensi pers yang digelar Jumat (1/8/2019) pagi. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gunung Tangkuban Parahu naik status dari level 1 atau normal menjadi level 2 atau waspada mulai Jumat (1/8/2019) pukul 08.00 WIB. Hal tersebut menyusul adanya sejumlah erupsi yang kembali terjadi sejak Kamis (1/8/2019) malam hingga Jumat pagi.

"Sejak tadi malam ada peningkatan yang cukup signifikan, ada beberapa kali erupsi," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani dalam konferensi pers yang digelar Jumat (1/8/2019) pagi.

AYO BACA : PVMBG Pastikan Tangkuban Parahu Sepi Pengunjung Saat Kembali Erupsi

Dia mengatakan, hingga pagi ini setidaknya ada delapan kali erupsi freatik yang terjadi. Pada Kamis malam, terjadi empat kali erupsi mulai pukul 20.46 WIB, kemudian disusul oleh erupsi berikutnya pada 00.43 WIB, dan erupsi kembali terjadi hingga pagi hari.

Oleh karena itu, saat ini status Tangkuban Parahu naik menjadi waspada dengan rekomendasi daerah bahaya sejauh 1,5 kilometer dari pusat kawah. Artinya, masyarakat diminta untuk tidak berada dalam kawasan Tangkuban Parahu 1,5 kilometer dari pusat letusan.

AYO BACA : Gunung Tangkuban Parahu Kembali Erupsi Kamis Malam

"Mulai jam 8 pagi ini status Gunung Tangkuban Parahu dinyatakan naik dari level 1 normal menjadi level 2 waspada dengan rekomendasi ancaman daerah bahaya 1.5 km. Kami harapkan masyarakat tetap tenang ikuti arahan PVMBG terkait perkembangannya," ungkap Kasbani.

Di luar jarak 1,5 kilometer dari pusat kawah Tangkuban Parahu, Kasbani menyatakan tempat-tempat wisata lainnya masih aman dikunjungi wisatawan. "Di luar 1,5 kilo masih aman, di bawah daerah Ciater dan lain-lainnya masih bisa dipakai wisata asal enggak masuk radius tersebut," jelasnya.

Kasbani menerangkan, potensi erupsi susulan masih dapat terjadi meskipun tidak signifikan alias diprediksi sementara ini tidak akan lebih dari ancaman radius 1,5 kilometer.

AYO BACA : Usai Erupsi, Tangkuban Parahu Diserbu Wisatawan Asing

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers