web analytics
  

Setelah Disahkan, Izin Pembangunan Rumah Deret Tamansari Kembali Digugat

Kamis, 1 Agustus 2019 17:49 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Setelah Disahkan, Izin Pembangunan Rumah Deret Tamansari Kembali Digugat, PTUN, Izin Pembangunan Rumah Deret, rumah deret Tamansari, tamansari melawan, Digugat,

Warga RW 11 Tamansari. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Warga RW 11 Tamansari, Kota Bandung, kembali melayangkan gugatan terhadap Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Bandung untuk menolak izin lingkungan pembangunan rumah deret di kawasan Tamansari.

Gugatan tersebut diajukan setelah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) dinyatakan sah mendapat izin lingkungan pembangunan rumah deret, Rabu (31/7/2019). Gugatan masuk di hari yang sama selang beberapa saat setelah keputusan PTUN disahkan.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum Bandung sekaligus kuasa hukum warga Tamansari, Rifki Zulfikar, menuturkan, subsatansi gugatan baru yang dilayangkan pihaknya masih tetap sama dengan isi gugatan sebelumnya.

"Substansinya tetap sama tentang pemberian izin kepada DPKP3 untuk mengerjakan pembangunan rumah deret di Tamansari," katanya, Kamis (1/7/2019) siang.

Dia menilai izin yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung menyalahi aturan. Secara substansial, Rifki pun kukuh berpendapat bahwa izin yang dikeluarkan tidak sesuai dengan UU Lingkungan Hidup dan peraturan pemerintah tentang izin lingkungan.

"Kami menggugat karena izin tersebut menyalahi aturan. Izin tersebut sudah melanggar asas pemerintahan yang baik. Dan juga secara prosedural izin itu menimbulkan dampak yang buruk bagi warga yang masih tinggal di wilayah Tamansari," jelasnya.

Selain terkait izin, keberatan juga dilayangkan lantaran sikap pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat. Salah seorang warga RT 07 RW 11, Sutarno, menuturkan, proses pembangunan rumah deret Tamansari tidak didahuli sosialisasi dan kerap diwarnai intimidasi terhadap warga Tamansari.

"Rumah saya dirusak waktu saya berobat di rumah sakit. Enggak tau siapa yang merusak. Warga gak ada yang tau. Sekarang saya tinggal di rumah saudara atau anak saya karena sudah enggak punya tempat tinggal. Kami merasa disengsarakan," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers