web analytics
  

Kecanduan Gim Daring Bisa Pengaruhi Psikis Anak

Kamis, 1 Agustus 2019 16:52 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Kecanduan Gim Daring Bisa Pengaruhi Psikis Anak, game online, dampak game online, gim daring, psikologi, psikis, kecanduan game,

Ilustrasi. (Bokskapet/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Kecanduan terhadap gim daring bisa mempengaruhi psikis anak jika berlangsung terus-menerus dan tidak diatasi.

Kepala Sub Direktoreat Masalah Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja dr Lina R Mangaweang dalam bincang-bincang di Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (1/8/2019), mengatakan, dampak psikis yang terjadi pada anak akibat kecanduan gim bisa membuatnya menjadi cemas, mudah tersinggung, dan konsentrasi yang menurun.

"Psikis anak jadi cemas, gampang tersinggung, karena kurang tidur, emosi mudah terpancing, konsentrasi terganggu. Kalau adiksinya tidak diatasi bisa mengganggu fungsi kognitif," kata dia.

AYO BACA : Merasa Demotivasi? Coba Mainkan 'The Impossible Game'

Lina menjelaskan, kecanduan terhadap game yang tidak teratasi bisa mengganggu fungsi otak, seperti fungsi eksekutif yang berpengaruh dalam proses merencanakan dan menentukan.

Selain itu, anak yang adiksi terhadap gim dan memainkannya setiap hari juga bisa berpengaruh pada interaksi sosialnya yang memburuk.

"Keterampilan sosialnya bisa berkurang karena sering bermain game online. Anak bisa menjadi egosentris, individualistik, dan nantinya akan kesulitan bekerja bersama dalam kelompok," kata Lina.

AYO BACA : WHO: Kecanduan Game Adalah Penyakit

Selain berpengaruh pada psikis anak, kecanduan gawai juga bisa berpengaruh pada kesehatan fisik. Anak yang sering bermain game biasanya akan merasakan sakit pada pergelangan tangan, pegal-pegal pada tulang punggung dan leher, dan tentunya sangat berpengaruh pada kesehatan mata.

Sementara itu adiksi penggunaan gawai pada anak balita yang belum bisa berbicara juga bisa menyebabkan keterlambatan bicara karena minim interaksi.

Lina menyarankan orang tua untuk memberikan pengawasan lebih pada anak dalam bermain game atau pun berselancar di internet.

Dia menjelaskan, harus ada batasan waktu yang harus dipatuhi dan orang tua lebih banyak membangun interaksi dengan anak agar penggunaan gawai tidak menjadi adiksi.

AYO BACA : Problematika Para Pecandu Game Online

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers