web analytics
  

Cara Introvert Bersosialisasi di Era 4.0

Senin, 29 Juli 2019 13:13 WIB Netizen Netizen
Netizen, Cara Introvert Bersosialisasi di Era 4.0, Introvert, Ekstrovert, komunikasi

Ilustrasi. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

 

Introver/in·tro·ver/ /introvér/ a 1 bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain; bersifat tertutup.

Siapa sangka kepribadian introvert menjadi masalah tersendiri bagi sebagian orang saat ini, masalah bersosial dan berkomunikasi merupakan masalah yang sering terjadi pada orang yang memiliki kepribadian introvert. Orang dengan kepribadian introvert secara umum terlihat lebih senang menyendiri.

Tidak seperti ekstrovert yang senang dan mendapatkan energi dari interaksi sosial, seorang introvert justru merasa harus mengeluarkan banyak energi saat harus bersosialisasi. Hal ini sering disalahartikan sebagai pendiam, pemalu, dan korban prasangka lainnya. 

Ketika ada acara keramaian yang ia ikuti berlangsung, maka ia sesekali mengambil jarak untuk dapat menemukan me time dan men-charge energi mereka. Bukan hanya di acara-acara riil seperti itu saja, keramaian kini terjadi di aplikasi chat mereka seperti Whatapps dan Line. Hal itu menjadi semacam goncangan jiwa, karena dunia tidak pernah berhenti dari keramaian.

Bayangkan ketika smartphone ada di genggaman kita, dalam hitungan menit saja notifikasi grup chat telah membanjiri kita. Hal semacam ini mungkin biasa bagi orang-orang yang mendapat energi dari luar dirinya (ekstrovert), bagi introvert ini problem.

Berhari-hari saya pernah menyalahkan sistem kerja dunia seperti ini. Seolah tak ada ruang bagi kami orang-orang introvert untuk dapat dimengerti dan dihargai. Orang selalu beranggapan kami aneh, anti-sosial, dan dingin.

Di sekolah para guru sering memandang kami kurang aktif, kurang terlihat antusias. Namun bukan berarti kami tidak ingin belajar. Salam jiwa dan raga kami sangat antusias, hanya saja kami kurang ekspresif dalam menunjukkan hal tersebut.

Selain itu, dalam dunia kerja misalnya, kami butuh ruang yang bisa untuk fokus dan berkonsentrasi. Sekarang kebanyakan ruang kerja kantor, berdesain tanpa sekat yang menurut mereka agar dapat meningkatkan kerja sama tim.

Bayangkan! Seorang analisis perusahaan, seorang konseptor program, seorang editor yang sejatinya butuh suasana tenang dan tanpa distraksi, ditempatkan di ruang terbuka dengan seorang sales, humas, dan sebagainya yang sangat suka membuat keramaian.

Bagaimana ia melewati harinya dengan distraksi seperti itu? Bagaimana dengan deadlinenya? Bukankah tata ruang kantor disesuaikan dengan Job masing-masing? Atau konsep ruang kantor tanpa sekat tersebut hanya mengikuti trend saja? Tanpa mempertimbangkan psikologis kepribadian seseorang?

Tetapkan Kuota!

Ibarat kuota internet begitulah energi orang introvert. Putuskan! berapa banyak acara bersosial yang akan Anda hadiri per hari, per minggu, atau per bulan. Pilih acara dengan cermat dan yang pas untuk Anda, sehingga Anda senang berada di sana. Aturlah energi/kuota anda dengan baik! Setelah itu Anda dapat men-charge kembali di tempat ternyaman Anda.

Menjadi introvert bukanlah sebuah kesalahan, atau produk gagal. Karena manusia yang terlahir kedunia adalah spesial maka tak ada orang yang tidak spesial. Baik introvert maupun ekstrovert itu semua merupakan anugrah, hanya bagaimana kita mengaturnya.

Baiklah jika sistem dunia ini sangat mendukung pola orang-orang ekstrovert di semua bidangnya, itu tidak masalah. Tapi ingat dunia juga butuh orang-orang introvert. Lihatlah sejarah, bagaimana kemajuan peradabaan dunia seperti laptop, software, pesawat, internet, robot, kendaraan, sains, listrik, dan seterusnya orang-orang introvert sangat berperan di dalamnya.

Tak mengapa dunia kurang begitu mengenal Anda, untuk maju kita tidak perlu menunggu di hargai siapa-siapa, terus berkarya, berusaha dan jadi diri sendiri!

 

Faisal Abda’u

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik

UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?
dewanpers