web analytics
  

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Lembang Kehilangan 80% Wisatawan

Senin, 29 Juli 2019 07:25 WIB Mildan Abdalloh

Warung dan tempat istirahat di bibir kawang Tangkuban Parahau tertutup abu vulanik akibat erupsi pada Jumat (26/7/2019). (Mildan Abdalloh/ayobandung)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM --  Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat (26/7/2019) membuat kunjungan wisatawan ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat menurun drastis. 

Administratur KPH Perhutani Bandung Utara, Komarudin, mengungkapkan akibat erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada jumat lalu tersebut, membuat sejumlah objek wisata yang dikelolanya kehilangan wisatawan sampai 80%.

AYO BACA : PVMBG: Larangan Aktivitas 500 Meter dari Kawah Tangkuban Parahu Belum Dicabut

"Kalau ditotalkan, kehilangan wisatawan mencapai 10.000-15.000," tutur Komaridin, Minggu (29/7/2019).

Dia menyebutkan sejumlah objek wisata unggulan yang dikelola Perhutani, sebagian besar berada dalam radius 4KM-5 KM dari Kawah Tangkuban Parahu. Objek wisata yang dikelolanya dalam radius tersebut ditutup secara total.

AYO BACA : Erupsi Tangkuban Parahu Tak Pengaruhi Galunggung

Walaupun cukup jauh dari jarak rekomendasi PVMBG, namun penutupan objek wisata milik Perhutani dilakukan untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan. PVMBG memang kata Komarudin hanya merekomendasikan tidak ada aktivitas dalam radius 500 meter dari pusat kawah.

"Untuk keselamatan wisatawan dan karyawan. Antisipasi saja," ujarnya.

Bukan hanya objek wisata dikelola perhutani yang ditutup, namun wilayah yang masuk dalam kerjasama seperti Grafika juga melakukan hal serupa.

Dia berharap kondisi aktvitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu kembali normal, supaya wisatawan yang biasa mengunjungi Kawasan Lembang dan Bandung Utara kembali seperti sedia kala.

AYO BACA : Pengelola TWA Tangkuban Parahu: Besok Buka

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers