web analytics
  

30 Truk Angkut Abu Vulkanik Tangkuban Perahu

Minggu, 28 Juli 2019 16:25 WIB M. Naufal Hafizh

Truk pemadam kebakaran membantu membersihkan abu vulkanik yang menyelimuti area wisatawan di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Minggu (28/7/2019). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM—Sejak Sabtu (27/7/2019) sebanyak 30 truk beroperasi mengangkut abu vulkanik di wilayah Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu agar tempat tersebut layak dikunjungi wisatawan.

Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (pengelola TWA Tangkuban Parahu) Putra Kaban mengatakan, pembersihan itu dilakukan karena pihaknya ingin salah satu destinasi wisata Jawa Barat itu dapat kembali menarik pengunjung.

"Rencananya besok mulai buka, kita lihat besok sehingga kita berusaha sampai malam, bagaimana pun harus dibersihkan. Kalau tidak bisa malam, ya, pagi. Kami minta tolong Damkar," kata Putra di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Minggu (28/7/2019).

AYO BACA : BMKG: Letusan Tangkuban Parahu Tak Picu Aktivitas Sesar Lembang

Keinginan untuk segera membuka destinasi yang dikelolanya itu mengacu pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan bahwa Tangkuban Parahu dalam status level 1 normal.

Abu vulkanik itu, kata Putra, akan dibawa ke kawasan Cikole untuk disimpan. Menurutnya, abu vulkanik itu memiliki banyak manfaat untuk kesuburan tanah. "Kami simpan di bawah, di Cikole, karena abu ini bagus, nanti kami pake, banyak orang minta," kata dia.

Meski begitu, Kepolisian Daerah Jawa Barat memutuskan untuk menutup TWA Tangkuban Parahu selama tiga hari setelah erupsi yang terjadi Jumat (26/7/2019).

AYO BACA : Ini Alasan Pihak Pengelola Tangkuban Parahu Akan Buka Aktivitas Wisata Besok

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi pada Sabtu (27/7/2019) menuturkan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi bersama seluruh pihak yang terlibat serta pengelola destinasi wisata itu.

"Saya mendengar apa yang sudah dilihat, saran-sarannya, dan saya putuskan untuk tiga hari ini statusnya tidak boleh ada pengunjung sampai dengan kita melihat perkembangannya lagi tiga hari ke depan," kata Rudy.

Sebelumnya, PVMBG telah memberikan rekomendasi kepada pengelola tempat wisata agar tidak memberikan izin kepada masyarakat untuk berada di sekitar kawasan, khususnya kawah ratu dan kawah upas, dengan radius 500 meter.

Pedagang, wisatawan, dan pendaki pun tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

AYO BACA : Gunung Tangkuban Parahu Masih Melepaskan Energi

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers